KPAI Nilai Mayoritas Sekolah Belum Siap Pembelajaran Tatap Muka

(Foto: Republika)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menilai banyak sekolah belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Selain itu, banyak sekolah belum membentuk tim gugus tugas COVID-19 di sekolah.

 

“Mayoritas sekolah masih bingung mempersiapkan apa saja untuk menuju kenormalan baru, mereka butuh bimbingan dan pengawasan,” kata Retno di Jakarta, Selasa (11/8).

 

Kesimpulan itu didapat dari hasil pengawasan langsung ke sejumlah sekolah di berbagai tingkat di Bekasi, Bogor, Depok, Bandung, Subang, Tangerang, Tangsel, dan Jakarta. Ini dilakukan menyusul keputusan pemerintah yang mengizinkan pembukaan sekolah di zona kunig.

 

Retno mengatakan, persiapan sekolah yang tidak maksimal dalam memenuhi protokoler kesehatan COVID-19 guna mencegah penularan penyakit akan berpotensi membahayakan anak. Dia menegaskan, melindungi anak bukan dengan zona tapi dengan persiapan pencegahan bahaya penularan yang ketat.

 

“Pengambilan keputusan terhadap sekolah mana yang boleh dan tidak boleh membuka pembelajaran tatap muka sangat tergantung terpenuhinya kriteria persiapan yang bertujuan melindungi anak dengan indikator sehat, jujur, sabar, dan cerdas,” katanya.

 

Dia mengatakan, kepercayaan terhadap keadaan anak tetap sehat saat dilepas kembali ke sekolah sangat tergantung persiapan sekolah yang didukung semua stakeholder pendidikan. Menurutnya, kepercayaan dan keberanian orangtua melepas anak kembali belajar tatap muka di sekolah bergantung pada persiapan regulasi dan praktek nyata sistem pencegahan bahaya COVID-19 di sekolah.

 

“Persiapan buka sekolah itulah yang dapat terukur secara ilmiah linier nyata berpengaruh langsung dengan bahaya penularan COVID-19,” katanya.

 

Seperti diketahui, pemerintah mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau dan kuning melalui revisi SKB 4 menteri.

 

Namun, belakangan ini diketahui sebanyak 22 orang yang terdiri dari 8 guru dan 14 pelajar di Pontianak, Kalimantan Barat dinyatakan positif COVID-19. Hasil tes swab itu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditunda.

 

Hal serupa juga terjadi di Sambas, Kalimantan Barat. Sedikitnya dua pelajar SMPN 1 Sambas terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan tes swab. Sekolah tatap muka pun kembali dihentikan.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar