KPAI Soroti Masalah Protokol Kesehatan di Sekolah

Sebanyak 74 persen sekolah di Indonesia belum membentuk tim Gugus Tugas COVID-19 melalui surat keputusan kepala sekolah.
KomnasAnak.com, NASIONAL - Temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan sebanyak 74 persen sekolah di Indonesia belum membentuk tim Gugus Tugas COVID-19 melalui surat keputusan kepala sekolah.

 

“Dari hasil pengawasan 27 sekolah, sebanyak 74 persen satuan pendidikan belum membentuk tim Gugus Tugas COVID-19,” ujarnya melalui konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8).

 

Secara umum, sekolah yang didatangi tersebut telah menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan bagi anak didik. Hanya saja jumlah atau ketersediaannya belum sebanding dengan rasio siswa.

 

Ada juga sekolah yang tidak membuat wastafel baru dan menganggap tempat wudhu sebagai tempat cuci tangan.

 

Menurut Retno, jarak antara kelas dan tempat wudhu tersebut cukup jauh sehingga anak bisa malas mencuci tangan karena jarak. Selain itu, juga berpotensi mengakibatkan penumpukan karena hanya di satu titik saja.

 

Namun, KPAI tetap mengapresiasi sekitar 22,22 persen sekolah yang sudah menyiapkan wastafel di setiap depan ruang kelas.

 

Sementara itu, Ketua KPAI Susanto mengatakan pengawasan ke beberapa sekolah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada publik.

 

Pengawasan sekolah tersebut guna memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Pemantauan tersebut dilaksanakan di Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan daerah lainnya.

 

Dia mengatakan jika dilihat dari segi tantangan pada masa adaptasi kebiasaan baru, memang masih banyak hambatan terutama menyangkut hak kesehatan dan pendidikan.

 

“Pengawasan ini bertujuan memastikan hak pendidikan dari segi penyiapan infrastruktur menuju adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar