PBB Perkirakan COVID-19 Picu Kekurangan Gizi Parah pada Anak-Anak

Ilustrasi anak kekurangan gizi (Foto: BBC)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Stunting adalah kondisi anak mengalami gagal tumbuh (tubuh dan otak) kibat kekurangan gizi. Prserikatan Bangsa Bangsa pada Selasa, 28 Juni 2020 mengatakan krisis global sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19 membuat tujuh juta anak terancam mengalami stunting.

 

Sebelum pandemi pun, PBB memperkirakan ada 47 juta balita mengalami penurunan berat badan dengan cepat (wasting) di tingkat sedang hingga parah yang sebagian besar tinggal di Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara.

 

Kini, akibat pembatasan aktivitas, lockdown, serta terganggunya rute bantuan vital dalam perdagangan internasional, PBB memperingatkan akan adanya “efek antar generasi” pada kesehatan jutaan manusia akibat pandemi virus corona.

 

Dalam sebuah artikel jurnal medis, The Lancet, tim ahli menunjukkan hasil estimasi permodelan komputer tentang pasokan makanan di 118 negara miskin dan berpenghasilan menengah.

 

Hasilnya, mereka menemukan bahwa wasting akibat kekurangan gizi sedang hingga berat pada anak di bawah usia lima tahun akan meningkat 14,3 persen atau setara sengan 6,7 juta kasus tambahan.

 

Wasting terjadi ketika tubuh kekurangan gizi akut sehingga otot dan lemak dalam tubuh mulai berkurang dengan cepat.

 

Sejumlah penelitian lain juga telah menggambarkan hubungan yang jelas antara wasting dengan kondisi kesehatan kronis dan parah di kemudian hari.

 

“Kekurangan nutrisi pada balita di fase awal kehidupan akibat dampak mendalam pandemi COVID-19 dapat menciptakan konsekuensi antar-generasi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan dampak seumur hidup pada pendidikan, risiko penyakit kronis, dan pembentukan manusia secara keseluruhan,” tulis para peneliti, dikutip dari AFP.

 

Dalam permodelan tersebut, skenario terburuk akibat pandemi virus corona yaitu menyebabkan anak kecil kehilangan 50 persen asupan nutrisi dan layanan perawatan, dimana hampir 180.000 diantaranya berpotensi meninggal dunia di tahun ini saja.

 

Wasting menyebabkan satu dari sepuluh kematian bayi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

 

Oenelitian terbaru juga mennunjukkan jika pandemi akan membuat sekitar 140 juta orang masuk ke dalam kemiskinan ekstrim, yaitu hidup dengan kurang dari US$ 1,90 atau Rp 27.000 per hari.

 

Di negara-negara yang telah mengalami krisis kemanusiaan, UNICEF telah memperingatkan bahwa layanan nutrisi penting dapat terganggu sepenuhnya.

 

Dalam sebuah surat terbuka yang ditandatangani oleh kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tertulis bahwa kondisi ini dapat diminimalisir dampaknya. Yaitu dengan melakukan penambahan anggaran bantuan minimal US$ 2,4 miliar untuk melindungi anak-anak yang berisiko.

 

“Kita harus melangkah maju bersama dengan tindakan yang berkelanjutan dari melakukan investasi pada nutrisi hari ini dan mengurangi dampak krisis COVID-19 dan potensi warisan antargenerasi terkait kelaparan dan kekurangan gizi pada anak-anak,” katanya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar