Rekomendasi KPAI Jika Ingin Buka Sekolah Tatap Muka

(Foto: Jawa Pos)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti memberikan beberapa rekomendasi untuk pembukaan sekolah di tengah pandemi.

 

Retno meminta kepada Dinas Pendidikan agar mulai memberi panduan dan pendanaan untuk menyiapkan pembukaan sekolah. Salah satunya adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah dilonggarkan peruntukkannya.

 

“Dana BOS menurut para Kepala Sekolah tidak cukup untuk membiayai penyiapan infrastruktur kenormalan baru karena dana BOS untuk membayar gaji honorer dan juga kuota internet bagi para siswa dan guru selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Daerah harus memikirkan pendanaan lain,” ungkapnya dalam telekonferensi pers, Rabu (19/8).

 

Retno juga meminta orangtua yang tergabung dalam komite sekolah pun harus ikiut mengawasi penyiapan infrastruktur, pembukaan sekolah. Serta memastikan protokol kenormalan baru di sekolah sudah ada, ditempel, diumumkan, dan disosialisasi.

 

“Dengan demikian komite sekolah juga dapat berperan membantu sekolah membiayai penyiapan infrastruktur pembukaan sekolah,” tambah dia.

 

Pihaknya pun meminta agar Pemda yang hendak membuka sekolah wajib melakukan PCR tes, bukan rapid test terhadap seluruh guru serta siswa secara acak.

 

“Ini sebagai upaya pencegahan sebagaiana dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, di mana hasil tes menunjukkan 8 guru dan 14 siswa positif COVID-19. Data tersebut kemudian menjadi dasar pijakan pemerintah provinsi yang secara bijak menunda pembukaan sekolah. Hal ini patut dijadikan contoh oleh kepala daerah lainnya,” tegasnya.

 

Retno mengatakan pembukaan sekolah harus berdasarkan adaptasi kebiasaan baru. Pihak sekolah dan pemerintah daerah juga harus melakukan edukasi, bukan sekedar sosialisasi.

 

“Pembukaan sekolah harus memenuhi lima siap, yaitu siap pemerintah daerahnya, siap satuan pendidikannya, siap gurunya, siap orangtuanya, dan siap anaknya. Jika belum siap, maka tunda dulu buka sekolah,” ucapnya.

 

Retno pun mendorong sekolah membuat protokol kesehatan yang lebih rinci untuk di tempel di kelas dan disosialisasikan ke guru, siswa, dan orangtua.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar