Ganjar Pranowo: Jangan Tahan Ijazah Siswa

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pada pihak sekolah agar tidak menahan ijazah siswanya (Foto: kompascom)

KomnasAnak.com, JAWA TENGAH - 
Beberapa waktu lalu Gubernur Juawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat aduan dari media sosial terkait sekolah yang menahan ijazah. Sekolah tersebut ada di beberapa wilayah di Jateng, salah satunya di Solo.


Gubernur Ganjar pun meminta pada sekolah di Jateng agar tidak menahan ijazah siswanya dengan alasan apapun.


“Sebenarnya, itu enggak semuanya ditahan juga, ada yang kita temukan ternyata siswanya belum cap jempol, waktu pembagian tidak datang. Maka, suasana kebatinannya di publik lapornya ke saya beda. Tapi ada yang ditahan betul,” kata Ganjar pada Senin (7/9).


Ganjar tak ingin kasus penahanan ijazah yang terjadi di Solo kembali terjadi.


Dalam kasus itu, ada salah satu orangtua siswa mengeluh ke Ganjar melalui media sosial, terkait ijazah anaknya ditahan sekolah akibat belum melunasi administrasi. Padahal, orangtua siswa mengaku benar-benar dari keluarga kurang mampu dan berjanji akan menyicilnya.


“Saya langsung cek semalam, ternyata pihak sekolah jawabannya tidak menahan, silakan diambil. Erus soal nanti utangnya gimana, saya bilang yang membereskan Gubernur, tapi jangan ditahan,” terang Ganjar.


Dia memerintahkan seluruh cabang Dinas Pendidikan di daerah melakukan pengecekan ijazah yang ditahan sekolah.


“Cabang Dinas Pendidikan di daerah sata minta cek semua sekolah, ada berapa ijazah yang belum diambil, bukan yang ditahan. Kalau ada yang niat menahan karena itu (belum membayar), kui urusane sama gubernur,” tegasnya.


“Yang swasta ini sulit, kalau negeri misalnya SMP saya minta kabupaten/ kota menyelesaikan, kalau tidak bisa baru saya bantu. Yang sulit itu swasta, saya berkali-kali berhadapan dengan sekolah swasta, tetap tidak bisia, dan harus bayar. Ini perlu negosiasi dengan mereka,” imbuhnya.


Ganjar mengatakan, dia beberapa kali mengambil ijazah siswa dari sekolah swasta yang benar-benar tidk mampu.


“Tapi yang mampu ya jangan. Saya juga minta sekolah swasta, tolong perhatikan pada mereka yang tidak mampu. Kita tunjukkan keberpihakan kita. kalau tetap saja tidak bisa, nanti saya yang bantu. Tak golekke coro moso ora iso (saya carikan cara masa tidak bisa),” katanya

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar