Ibu yang Cambuki Anak dengan Selang Berakhir Pengawasan dari Polisi


KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Seorang ibu yang mencambuk anaknya dengan selang akhir berakhir dengan pengawasan dari kepolisian. Video penganiayaan berdurasi 4 menit 39 detik ini  awalnya diunggah Grup Facebook Info Malang Raya. “Penganiayaan terhadap anak di bawah umur,” tulis pengunggah.

 

Video tersebut memperlihatkan seorang ibu yang menyiksa anaknya menggunakan selang beberapa kali. Selain itu, sang ibu juga memarahi anaknya karena tidak kunjung paham saat diajari matematika. Kekerasan tersebut disebut terjadi di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

 

Pihak kepolisian telah mengambil langkah sebelum video itu viral. Satreskrim Polres Malang bersama Polsek Turen mengidentifikasi perempuan berinisial MA beserta anaknya yang dduga menjadi korban kekerasan.

 

“Sejak mengetahui informasi adanya tindak kekerasan itu, kami sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Dan, malam kemarin telah mengidentifikasi perempuan yang terekan dalam video. Termasuk anak yang diduga menjadi korban kekerasan,” terang Tiksnarto Andaru Rahutomo saat dikonfirmasi detik.com.

 

Polres Malang lalu mengamankan dan menginterogasi MA, ibu yang mencambuki anaknya. Anak dan suaminya pun turut diperiksa.

 

“Pemeriksaan terhadap ibu, anak, serta ayahnya dan beberapa orang yang mengetahui kejadian itu sudah dilakukan. Bersamaan juga kami gelar pertemuan dengan kepala desa beserta dinas terkait, untuk menangani perkara ini,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada wartawan.

 

Hendri menyampaikan, aksi kekerasan itu terjadi saat MA mengajari korban matematika. Entah karena dalam kondisi lelah atau ingin segera bermain, korban kurang konsentrasi mengikuti metode belajar yang diajarkan ibunya.

 

“jadi sudah diajarkan berkali-kali, tapi si anak tidak memahami. Kita tidak tahu kondisi psikis anak lagi bagaimana, karena capek, atau karena ingin segera bermain. Yang diajarkan matematika,” terang Hendri.

 

Karena tersulut emosi, lanjut Hendri, pelaku kemudian mengambil selang dan dipukulkan atau dicambukkan ke kaki korban sebanyak tiga kali. Bukan hanya itu, pelaku juga menggigit tangan kanan korban sebanyak satu kali.

 

Hendri mengatakan, proses pemeriksaan melibatkan Dinas Peberdayaan Perempuan dan Pelrindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, serta kepala desa.

 

“Kita libatkan dinas terkait dan kepala desa untuk menangani perkara ini. Untuk psikologi anak dalam kondisi baik, dan menyadari jika sudah melakukan kesalahan. Sang anak juga masih menyayangi ibunya,” ujar Hendri.

 

Usai pemeriksaan, MA pun dipulangkan namun dengan pengawasan tim khusus. Pengawasan ini dilakukan agar MA tidak lagi mengulanginya.

 

“Ibu dipulangkan, tetapi kita melakukan tetap pengawasan. Kita terus lakukan pengawasan, sampai kemudian mengevaluasi dan memastikan jika potensi akan adanya tindak kekerasan benar-benar tak terulang kembali,” ungkap Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).

 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang telah menunjuk psikolog untuk mendampingi korban dalam kasus ini. Pemulihan mental dan kejiwaan korban jadi fokus utama.

 

“Kami sudah menunjuk psikolog untuk memberikan pendampingan terhadap korban. Kita fokusnya ke sana,” terang Kepala Dinas DP3A Kabupaten Malang Harry Setia Budi.

 

“Hasilnya apa dari psikolog nanti menentukan pengambilan langkah berikutnya. Apakah perlu rehabilitasi, atau juga dipisahkan sementara dari kedua orangtuanya,” lanjutnya.

(Editor: DNA)

Posting Komentar

0 Komentar