Rektor UT: Pendidikan di Masa Pandemi Tidak Boleh Mati

Rektor UT Ojat Darojat mengungkapkan meskipun ada kendala teknologi pendidikan di pandeki tidak boleh berhenti (Foto: medcom.id)

KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Pembelajaran Jarak Jauh terus mengalami masalah akibat sarana teknologi yang belum memadai. Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mengatakan penggunaan teknologi di bidang pendidikan di Indonesia memang masih sangat minim. Namun, dia menegaskan hal itu tidak boleh membuat pendidikan mati di tengah pandemi.


“Proses pendidikan tidak boleh terhenti, pendidikan anak bangsa tidak boleh terhenti, pendidikan anak bangsa tidak boleh mati suri. Berbagai upaya harus dilakukan agar proses pendidikan tetap bejalan,” ujar Ojat dalam siaran Youtube Dies Natalis UT ke-36, Jumat (4/9).


Menurut Ojar, seluruh pihak harus bahu membahu memberikan layanan pendidikan. Agar hak peserta didik tetap terpenuhi pada kondisi yang serba kalut dan darurat ini.


“Berbagai penyesuaian dan terobosan harus kita lakukan. Bukan hanya pada tataran kebijakan, tapi juga pada level instrumental dan praktik,” jelasnya.


Ojat mengaku, pihaknya telah turun aktif dalam memberikan solusi untuk membantu pendidikan agar terus berjalan. Setidaknya layanan pada 325 ribu mahasiswanya.


“Memberikan layanan gratis learning manajemen system untuk penyelenggaraan belajar dalam haringan, hingga membuka secara gratis akses pembelajaran digital dalam ruang baca virtual dari berbagai dosen perguruan tinggi,” ungkapnya.


Pilihan UT, bagi Ojat, hanyalah melakukan multitransformasi pendidikan berarti bagi masyarakat dan terdepan memberikan layanan. Agar UT terus mampu berinovasi dalam pendidikan jarak jauh.


“Pembelajaran online sebagai salah satu modul pembelajaran. Itu artinya kita harus gerak cepat tepat untuk meningkatkan layanan pendidikan dengan melakukan terobosan dan inovasi,” pungkasnya.

(Editor: DNA)

Posting Komentar

0 Komentar