Bosan Pembelajaran Daring buat Anak-Anak Ikut Demo Tolak Omnibus Law

Foto: kompascom

KomnasAnak.com, NASIONAL -
 Beberapa anak dalam demonstrasi berujung rusuh di Jakarta mengaku ikut demo karena bosan dengan sekolah yang tak kunjung buka. Hal ini disampaikan Jasra Putra, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


"Saya menghampiri anak perempuan, ia mengaku sekolah di SMK Jatinegara. Ia datang ke lokasi diajak teman-temannya dan ia mengaku mulai bosan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Jasra pada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10).

Banyak anak yang ikut demo berlatarbelakang kurangnya perlindungan keluarga. Seperti putus sekolah, orangtua jarang pulang karena bekerja, dan PJJ yang lebih banyak penugasan pekerjaan rumah.

Jasra mencontohkan, salah satu peserta demo siswa SMP dari Tangerang yang datang ke Jakarta Pusat menaiki kereta. Anak itu mengaku ikut demo setelah diajak temannya di media sosial dan kondisi di rumahnya juga tidak nyaman.

Dari pengamatan di lapangan, anak-anak yang ikut demo cenderung bergerombol dan tidak memperhatikan orasi dari mobil komando.

Dengan kata lain, kedatangan mereka bukan untuk ikut aksi. Jika terprovokasi, mereka rentan terjebak bahkan terlibat didalamnya.

Banyak anak abai dengan kesehatannya, seperti merokok serta tidak mengenakan masker, dan lingkungan sekitar hanya membiarkan.

"Anak menjadi kelompok rentan di dalam lautan massa seperti ini, apalagi kondisi pembatasan selama pandemi, menambah ketertekanan anak. Dengan membanjirnya informasi menyebabkan anak mudah terlibat, akibat kondisi psikologis mereka," tutur Jasra.

KPAI akan segera melaksanakan sidang pleno dengan memanggil perwakilan lintas kementerian/lembaga, organisasi pelajar, ormas, forum anak, dan unsur terkait dalam urun rembug situasi yang melibatkan anak.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar