Demonstrasi Bukan Cara Anak Tunjukkan Kepedulian pada Bangsa


KomnasAnak.com, NASIONAL -
 Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto tidak setuju dengan pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang mempersilahkan anak ikut demonstrasi sebagai bentuk kepedulian pada bangsa.


Anak-anak dan remaja, menurut Kak Seto, belum waktunya untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Kak Seto menilai, anggapan pelajar ikut demo sebagai bentuk kepedulian pada bangsa mungkin saja benar. Tapi bentuknya tidak dengan melakukan unjuk rasa, terlebih lagi hingga berujung kerusuhan.

"Peduli pada bangsa atau politik boleh. Tapi dalam bahasa anak. Bahasa anak itu tidak harus turun ke jalan apalagi merusak-rusak," ujar Kak Seto melansir Suara.com, Kamis (22/10).

Menurut Kak Seto, demonstrasi di jalanan adalah cara bagi orang dewasa seperti buruh dan mahasiswa. Jika anak ikut demo, mereka akan cenderung menjadi korban.

"Demo adalah bahasa dewasa. Tapi anak belum saatnya. Demo itu penuh dengan nuansa kekerasan, kepanasan, kehujanan, capek, teriak," tutur Kak Seto.

Karena itu, menurut Kak Seto, cara tepat peduli bangsa bagi anak dan remaja adalah dengan diskusi nyata, menyenangkan, dan menantang. Contohnya seperti menganalisa UU Cipta Kerja .

"Kasih sesuatu yang menantang. Misalnya apa pendapat kamu tentang UU Ciptaker ini? Apa yang kamu tahu? Apa yang kamu ketahui tentang COVID-19 dan sebagainya. Biar mereka juga mencari dengan senang," ucap Kak Seto.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar