Kemen PPPA Dorong Dunia Usaha Dukung Pemenuhan Asi Ekslusif


 KomnasAnak.com, NASIONAL - Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rosalin berharap agar dunia usaha turut mendukung pekerja perempuan untuk memberi ASI ekslusif bagi anaknya.


"Kampanye ASI ekslusif diberikan selama tiga bulan, tapi cuti melahirkan hanya tiga bulan. Itupun dimulai dari sebelum melahirkan," ujar Lenny dalam seminar daring yang diadakan Kemen PPPA pada Kamis (8/10).

Lenny mengatakan pekerja perempuan yang baru saja melahirkan tidak akan bisa memberikan ASI ekslusif selama enam bulan bila tidak didukung perusahaan tempatnya bekerja. Seperti penyediaan ruang laktasi atau tempat penitipan anak.

Khusus tempat penitipan anak di perusahaan, Lenny mengatakan pekerja perempuan yang masih menyusui akan semakin terbantu memberikan ASI ekslusif selama enam bulan kepada anaknya.

Menurut Lenny, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki dan perempuan di Indonesia adalah 83 persen dan 52 persen. Artinya lebih dari setengah perempuan Indonesia adalah pekerja.

"Potret itu menunjukkan bagaimana pekerja memerlukan tempat penitipan anak saat mereka harus bekerja. Hal itu juga termasuk bagi pekerja laki-laki karena ada diantara mereka adalah orangtua tunggal," tuturnya.

Anak memerlukan pengasuhan sementara kepada pengasuh alternatif, seperti tempat penitipan anak bila kedua orangtuanya bekerja. Bisa juga dengan mempercayakan anak untuk diasuh oleh keluarga lainnya.

"Mengapa anak diasuh oleh keluarga lainnya? Alasan yang muncul antara lain sulit mencari pengasuh, biaya tempat penitipan anak mahal, atau lebih percaya kepada keluarga sendiri seperti kakek atau neneknya," kata Lenny.

Karena itu, Kemen PPPA mendorong dunia usaha menyediajan tempat penitipan anak dengan biaya yang dapat dijangkau pekerja.

Menyediakan tempat penitipan anak juga berdampak baik bagi perusahaan karena dapat meningkagkan produktivitas pekerja.

"Sudah ada kajian secara internasional yang menunjukkan keberadaan tempat penitipan anak mendukung produktivitas pekerja dan anak tetap dapat terpenuhi hak-haknya di saat orangtuanya bekerja," jelasnya.
(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar