Komnas PA: Hentikan Pelibatan Anak dalam Demo dan Kepentingan Politik

Demo berakhir ricuh yang melibatkan anak (foto: merdeka.com)

KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Komnas Perlindungan Anak (PA) meminta semua elemen masyarakat dan stakeholder untuk tidak melibatkan anak-anak dalam demonstrasi tolak UU Cipta Kerja. Lantaran sepanjang aksi diketahui ribuan anak yang tidak mempunyai kepentingan mengikuti demonstrasi.


Di DKI Jakarta misalnya, aparat keamanan mengamankan ratusan pendemo berstatus pelajar dari berbagai titik seperti di depan istana, Harmoni, Pasar Senen, Jembatan Layang Pasar Rebo, dan Bundaran HI. Kuat dugaan pelajar tersebut didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan agar menciptakan kegaduhan.

"Yang memprihatinkan anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh," ujar Arit Merdeka Sirait, Rabu (14/10).

Arist menjelaskan, banyak anak yang diamankan kepolisian sebelum sampai di lokasi. Mereka mengaku dikerahjan melalui pesan berantai di media sosial.

"Kami hanya diperintahkan berkumpul di satu tempat lalu disediakan kendaraan dan ada juga yang harus berjuang menumpanh truk secara berantai," kata Arist mengutip pengakuan seorang anak yang diamankan di Polda Metro Jaya.

Arist menyebut, temuan tersebut membuktikan bahwa anak dilibatkan secara politil untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

"Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu," tegas Arist.

Temuan serupa ditemukan di Medan, ratusan pelajar terlibat bentrok dengan aparat keamanan dalam demonstrasi.

Begitu pula di Makassar, Bandung, Pontianak, Pematangsiantar, beberapa daerah di Jawa Timur, dan Batam. Banyak anak yang ikut berdemo dengan massa lainnya.

Oleh karena itu, Arist meminta semua pihak agar tidak melibatkan anak dalam kegiatan politik ataupun demonstrasi untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Janganlah kita memanfaatkan anak untuk kepentingan politik," pungkas Arist.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar