Komnas PA Nilai Anies Baswedan Gagal Paham Perlindungan Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Pernyataan soal keterlibatan anak dalam demonstrasi yang diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuai kritik oleh aktivis perlindungan anak. Anies dianggap gagal paham terhadap upaya perlindungan anak Indonesia dari eksploitasi politik.


Dalam pernyataannya, Anies menyatakan bahwa pelajar ikut demo sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsanya.

Ketua Umum Komnas Perlindungan (PA) Arist Merdeka Sirait menilai Anies telah melecehkn gerakan perlindungan anak, serta pegiat dan aktivis perlindungan anak yang sudah mati-matian membela dan menyelamatkan anak Indonesia.

"Pernyataan Gubernur DKI Jakarta tidak sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan anak maupun Konvensi PBB tentang Hak Anak dalam menyikapi keterlibatan anak dalam aksi demonstrasi UU Cipta Kerja," kata Arist, Jumat (16/10).

Meskipun demo dijamin Undang-Undang, lanjut Arist, pelibatan anak dalam demo yang tidak berhubungan langsung dengan kepentingan anak merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak.

"Konvensi PBB tentang Hak Anak menyatakan bahwa melibatkan dan menggerakkan anak dalam aksi demonstrasi yang tidak ada tali menalinya memperjuangkan hak dasar anak, itu merupakan kekerasan dan eksploitasi politik," kata Arist.

Pernyataan Anies terkesan membuka pintu bagi praktik demonstrasi yang melibatkan anak. Padahal Gubernur Anies, kata Arist, seharusnya melarang masyarakat melibatkan anak dalam demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

"Adalah kewajiban Gubernur DKI melindungi anak dari pemanfaatan anak dalam aksi kekerasan bukan justru mengaminkan dan mengajarkan untuk melakukan kekerasan," ujar Arist.

"Anies gubernurnya siapa sih? Dalam sikapnya ternyata Anies gagal paham dan salah fokus terhadap perlindungan anak dan keterlibatan anak dalam aksi menolak UU RI Cipta Kerja," kata Arist.

Anies harus memahami bahwa setiap anak berhak untuk mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan damai, dapat dilakukan melalui mekanisme Kongres Anak Indonesja, Forum Anak, dan Forum Anak Daerah.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar