Komnas PA Tanggapi Kejahatan Sodomi sebagai Fenomena Menakutkan


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Kasus pedofilia di Sukabumi, Jawa Barat mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (PA). 


Arist Merdeka sirait selaku Ketua Komnas PA menuturkan bahwa pedofilia adalah kejahatan kemanusiaan, dan merupakan kejahatan seksual yang masuk dalam kategori luar biasa.

"Di Indonesia banyak ditemukan kasus-kasus pedofilia, kalau kita ingat pada tahun 2015 dimana seorang Emon di Sukabumi itu korbannya 115. Dan tidak berhenti sampai disitu, Indonesia juga dianggap oleh para pedofilia-pedofilia internasional sebagai surganya perbudakan seks," ujar Arist, Sabtu (17/10).

"Kenapa itu banyak ditemukan, baik itu melibatkan kasus-kasus di daerah wisata misalkan kasus-kasus di daerah wisata misalnya dimana ditemukan korban anak-anak, kasus pedofilia di Indonesia sebenarnya bukan yang baru, sudah lama," lanjut Arist.

Terakhir, kata Arist, Komnas PA menangani kasus pedofilia di Sukabumi korbannya 39 orang anak.

"Apa ada kaitannya kasus Emon di Sukabumi, karena terjadk peningkatan kasus-kasus pedofilia di Sukabumi. Di Sukabumi juga masih terjadi seorang kakek umur 70 melakukan praktek pedofilia, apa yang disebut sekarang kasus sodomi itu sudah terjadi," kata Arist.

Menurut Arist, ini merupakan fenomena menakutkan, disamping kasus-kasus kejahatan seksual yang dilakukan secara bersama. Kendati demikian, kasus pedofilia harus betul-betul diwaspadai.

"Pada umumnya korbannya adalah umur di bawah 14 tahun, kasusnya Emon misalnya, kasusnya yang juga sedang terjadi di Sukabumi, inisial T misalnya itu korbannya anak-anak dibawah 14 tahun," jelas Arist.

Untuk itu, Arist mengimbau agar semia elemen masyarakat ikut memantau kegiatan anak, terutama di tempat keramaian seperti tempat wisata.

"Biasanya yang perlu diwaspadai dari kerumunan-kerumunan dari, atau kegiatan anak-anak itu salah satu target dari pada pedofilia-pedofilia. Itu artinya apa, kita harus waspada, karena kita diingatkan juga oleh kasus yang dibongkar oleh Polda Metro Jaya dan dibongkar oleh Polres Jakarta Selatan seorang warga Amerika, korbannya adalah anak-anak yang disinyalir anak-anak jalanan," terang Arist.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar