Orang Tua Perlu Komunikasi Efektif Guna Cegah Anak Ikut Demo


KomnasAnak.com, NASIONAL -
 Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta, Wahyu Aulizalsini mengungkapkan keikutsertaan anak dan remaja dalam aksi demonstrasi sulit dicegah, bahkan oleh orangtuanya sendiri.


Menurut psikolog yang akrab disapa Liza, anak-anak melakukan demonstrasi karena melihat ada kelompok anak lain yang melakukannya. Dalam psikologi, hal ini disebut teori konformitas. Pada kasus ini, teman sebaya dijadikan role model atau contoh atas aksi-aksi yang dilakukan.

"Nah, konformitas teman sebaya ini sangat kuat, bahkan larangan orangtua tidak akan bisa jadi tamengnya," ujar Liza, Kamis (22/10).

Jika sudah terlanjur ikut, maka tindakan kuratif yang harus dilakukan orangtua adalah mengajak sang anak berkomunikasi secara efektif tanpa menggurui. Sebab komunikasi efektif bisa meluruskan pola pikir seorang individu.

Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua. Salah satunya dengan memberi pemahaman sesuai dengan tingkat kecerdasan anak.

"Jika segala cara sudah dilakukan tetapi anak tersebut selalu terlibat dalam hal-hal negatif, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Liza.

Orangtua pun perlu melakukan tindakan preventif atau pencegahan dengan mendidik dan menguatkan kontrol emosi anak sejak dini.

Dengan demikian, anak akan menjadi pribadi tangguh dan kuat melawan ketidaknormalam yang terjadi di lingkungannya.

"Pola asuh orangtua ke anak tak kalah penting. Dengan begitu, anak-anak tidak akan mudah terjerumus kepada hal-hal negatif," ujar dia.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar