Kemen PPPA: Orangtua Perokok Picu Anak Stunting


KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Lenny N. Rosalin mengatakan potensi anak menjadi stunting karena orangtua merokok lebih tinggi 5,5 persen.

 

Padahal, pemerintah tengah berupaya menurunkan angka stunting dari 27 persen menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

 

“Anak dengan orangtua perokok, 5,5 persen berpotensi lebih tinggi mengalami stunting,” ujar Lenny dalam siaran pers, Jumat (30/10).

 

Lenny mengatakan, konsumsi rokok dalam keluarga menduduki peringkat kedua dalam daftar pengeluaran keluarga berdasarkan laporan Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyaknya keluarga yang lebih memilih membeli rokok dibandingkan membeli makanan bergizi.

 

“Disinilah pentingnya pengasuhan berbasis hak anak untuk dapat diterapkan di keluarga, di samping meningkatkan aspek ekonomi dalam keluarga,” kata Lenny.

 

Lenny menuturkan, berdasarkan hasil PKJS-SKG Universitas Indonesia pada 2020, keberadaan perokok di lingkugan anak turut mendorong anak untuk merokok sebesar 10 persen. Selain itu, Profil ANak Indonesia tahun 2019 menyebut sebanyak 28 persen remaja sering merokok saat berkumpul dengan teman sebayanya.

 

Saat ini, ada 80 juta anak dan 81,2 juta keluarga di Indonesia rentan menjadi target industri rokok.

 

“Bersama kita bisa melindungi mereka dari bahaya rokok. Hal ini tentunya demi memenuhi hak-hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai amanat Konvensi Hak Anak (KHA),” kata dia.

 

Pemerintah pun menargetkan penurunan angka perokok anak dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 menjadi 8,7 persen dari awalnya 9,1 persen pada 2018.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar