Komnas PA Beri Tanggapan Terkait Video Asusila Mirip Gisel yang Meresahkan Orangtua


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Beredarnya video tak senonoh mirip selebriti Gisel menuai reaksi dari Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait. Melalui jumpa pers yang di posting kanal Youtube Cumi Cumi, pada Selasa (10/11), Arist meminta agar kepolisian segera mengusut tuntas video tersebut.


Arist mengungkapkan, video yang beredar luas tersebut dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak kecil dan remaja. Banyak pula orangtua yang meminta agar video tersebur segera dihentikan karena khawatir dengan anak mereka.

Mudahnya akses internet bagi anak di bawah umur turut mempermudah mereka menemukan video asusila.

Siapapun pelakunya, kata Arist, bila hal tersebut menginspirasi anak-anak untuk mengeksplor gambar orang dewasa yang kemudian disebarjan sebagai bahan lelucon maka harus diselesaikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasalnya, dalam hitungan jam para remaja dan anak-anak sudah bisa menyebarluaskan gambar yang tidak layak dilihat kepada banyak orang. Belum lagi dampak yang ditimbulkan pada perkembangan psikologis anak yang bersangkutan.

"Setiap kali orang melihqt pornografi apalagi anak-anak yang tidak teredukasi, dia akan menjelajah. Sehingga dia punya cara-cara sendiri bagaimana menikmati lalu menyebarkan kepada orang lain," ungkap Arist.

Keprihatinan Komnas PA teryuju pada kondisi anak yang sudah bisa bermain gawai di usia muda.

Sebab itu, Arist berharap kejadian tersebut dapat segera dihentikan. Begitu juga dengan pelaku yang menyebarkan video asusila tersebut.

Arist menegaskan bahwa siapapun yang menyebar harus bertanggungjawab tanpa terkecuali, meskipun bila pelakunya remaja sendiri.

"Mengingatkan kepada anak-anak bangsa Indonesia bahwa ketika dia melakukan dan menyebarkan serta mengelola hal salah itu, baik hanya lelucon ataupun yang lainnya. Hati-hati karena Undang-Undang ITE mengancam 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 miliar," tegas Arist.

Arist juga memohon kepada orangtua agar mengawasi anak-anaknya dalam mengakses internet pada perangkat elektroniknya.
(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar