Komnas PA Minta Sekolah Hentikan Paparan Rokok pada Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
 Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) mengungkapkan untuk menekan jumlah perokok anak di Indonesia dibutuhkan upaya terus-menerus. Sosialisasi bukan hanya dari dukungan keluarga, namun sekolah harus juga bertindak.


Menurut Arist, informasi rokok sebagai zat adiktif harus masuk dalam kurikulum, bukan sebatas pengetahuan sampingan.

Demikian pula lingkungan sekolah yang diharapkan bertindak tegas, termasuk dengan meminta guru berhenti merokok.

"Saya kira konsistensi lingkungan sekolah harus tegas, harus ada sanksi jika guru membiarkan atau ada iklan terselubung. Industri rokok itu sangat licik, saya kira harus ada sosialisasi terus-menerus," ungkap Arist.

Arist menagih janji pemerintah menyelesaikan revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan agar dapat menghindarkan anak dari paparan rokok.

Arist merasa prihatin dengan peningkatan jumlah perokok anak yang tak hanya terjadi pada rentang usia 12-15 tahun. Bahkan ada anak dibawah umur (balita) yang telah merokok atau disebut baby smoker.

"Harus ada penegakan hukum, peraturan yang berpihak kepada anak-anak. Apapun dan kapanpun, kita tidak bisa membiarkan anak diberikan paparan dari iklan-iklan," tutur Arist.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar