Komnas PA Soroti Kasus Penculikan dan Pencabulan hingga Hamil pada Anak di Bawah Umur


KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menyorti peristiwa penculikan dan pencabulan hingga hamil terhadap anak perempuan di bawah umur. Perbuatan tersebut menurut Arist merupakan kajahatan luar biasa dan pelaku patut dihukum berat. Sebab peristiwa tersebut pasti akan membekas dan mengganggu psikis serta masa depan korban.

 

“Bahkan ini merupakan kejahatan luar biasa. Karena dia tahu persis itu anak 16 tahun tetapi dia lakukan kejahatan seksualnya sampai hamil,” tegas Arist saat konferensi Pers di Mapolda  Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/11).

 

Arist mengatakan ada unsur paksaan dan kesengajaan dalam kasus tersebut. Sehingga dapat dikenakan pasal berlapis, yaitu pidana KUHP dan  Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman di atas 15 tahun penjara. Hal tersebut juga sesuai dengan definisi unsur-unsur dalam UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

“Oleh karena itu say katakan tadi unsur-unsurnya terpenuhi bisa dikenakan pasal berlapis suaya menjadi efek jera,” ujar Arist.

 

Apalagi, sebanyak 52 persen kasus kejahatan terhadap anak yang telah terkonfirmasi adalah kejahatan seksual.

 

Setelah berbincang dengan pelaku, Arist mengungkapkan peristiwa penculikan dan kejahatan seksual ini ada unsuri grooming meliputi unsur bujukan, tipuan, serta menjanjikan sesuatu hingga terjadi hubungan seksual. Meskipun ada unsur suka sama suka, namun juga ada unsur paksaan lewat tipuan.

 

“Kalau definisi terpenuhi bisa juga terkena unsur penculikan,” ungkap Arist.

 

Komnas PA menghimbau kepada orangtua agar memberikan perhatin ekstra terhadap anak-anaknya. Terlebih dalam situasi pandemi yang mengharuskan anak belajar di rumah, tidak menutup kemungkinan anak menyalurkan kebosanannya lewat keluar rumah dan terjebak oleh penjahat seksual.

 

“Dari peristiwa ini Komnas Perlindungan Anak mengimbau kepada orangtua agar betul-betul memberikan perhatian ekstra terhadap anak,” ungkap Arist.

 

Komnas PA juga mengimbau kepada orangtua untuk terus menjaga komunikasi intens dengan anak sehingg menghindarkannya dari rasa bosan dan akhirnya menjauh dari lingkungan rumah.

 

“Anak-Anak ini sedang berurusan di rumah krena tidak lagi bertatap muka, tidak sekolah. Itu mengakibatkan anak bosan sehingga muncul kekerasan dalam rumah yangga, anak akan terlempar dari rumah sehingga ditangkap oleh predator-predator tadi,” saran Arist.

 

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap seorang pedagang serautan AAb (20 tahun) terduga pelaku penculikan dan kejahatan seksual hingga hamil pada seorang perempuan berinisial D (16 tahun). pelaku ditangkap di daerah Mojokerto, Jawa Timur bersama korban pada 6 November 2020 lalu. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu tiket PO Jaya Executive Class.

 

“Anak di bawah umur sekitar 16 tahun di bawa lari oleh tersangka inisialnya AAB dan berhasil kami amankan di Jawa Timur. korban anak di bawah umur dengan kondisi saat ini sedang hamil,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

 

Yusri melanjutkan, pada 23 Agustus 2020 korban mengabari tersangka bahwa dia sudah tidak datang bulan. Tersangka pun menyuruh korban untuk tes kehamilan dan hasilnya positif.

 

Awalnya tersangka meminta korban untuk jujur pada orangtuanya, namun korban menolak dan menyarankan pada tersangka untuk kabur karena takut ketahuan. Akhirnya, tersangka mengajak lari korban yang masih duduk di kelas 3 SMP tersebut ke Mojokerto, Jawa Timur.

 

“Modusnya ini tersangka memacari korban, kemudian merayu, menyetubuhi sehiingga mengakibatkan anak ini hamil. Saat tersangka mengetahui korban hamil, tersangka mengajaknya kabur,” kata Yusri.

 (Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar