Anak Usia 10-18 Tahun Berpotensi jadi Perokok Tanpa Memandang Status Ekonomi


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Status ekonomi tidak menghalangi anak untuk menjadi perokok. Hal tersbeut diungkapkan oleh Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi FEB Universitas Brawijaya, Imanina Eka Dalilah.

 

Hasil survei yang diselenggarakan oleh pihak Ima menunjukkan sekitar 47 persen masyarakat perokok usia dini berasal dari ekonomi keluarga non-miskin. Dan 53 persen sisanya merupakan kondisi ekonomi berpendapatan rendah.

 

“Artinya, di sini status ekonomi untuk perokok usia dini tidak ada gap terlalu besar. Ini mengartikan, siapapun anak usia 10-18 tahun itu memiliki potensi untuk merokok di usia dini. Tidak berdasarkan status ekonominya,” kata Ima dalam webinar daring, Rabu (23/12).

 

“Hal ini juga mengindikasikan, bias saja status ekonomi keluarga ataupun besaran uang yang dia miliki tidak ada pengaruhnya dengan merokok atau tidak tidak merokok pada usia dini,” sambungnya.

 

Selanjutnya, dari hasil survei terhadap 900 responden yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menyatakan sebanyak 28 persen perokok usia dini mampu merokok sebanyak satu hingga dua batang per hari.

 

“Jika dibandingkan dengan perokok dewasa lebih kecil ya dibandingkan usia 15-20 tahun. Anak-anak perokok usia dini ini lebih cenderung suka membeli rokok dalam bentuk eceran. Kalau bahasa istilahnya itu ketengan. Karena ini berkaitan dengan kemampuan finansial mereka,” jelasnya.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar