Faktor Ekonomi Buat Banyak Anak di Jawa Tengah Nikah Dini


KomnasAnak.com, JAWA TENGAH -
Perkawinan usia anak terus terjadi di Jawa Tengah karena beberapa alasan. Seperti factor ekonomi, tingkat Pendidikan, hingga perkembangan teknologi.

 

Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah, Saptiwi Mumpuni menyebut factor ekonomi sebagai factor dominan penyebab perkawinan usia anak.

 

“Jadi dengan dinikahkan, diharapkan mampu mengubah tingkat ekonominya. Namun, kenyataannya nggak demikian. Jadi karena masih dalam tingkat perekonomian yang sama, malah akhirnya tak sedikit yang malah bercerai,” ujar Saptiwi pada Kamis (24/12).

 

Banyak kasus perkawinan usia anak yang terjadi ketika anak baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saptiwi menuturkan, kesiapan fisik dan mental anak pada saat itu tentunya belum matang.

 

“Karena menikah usia anak itu juga memiliki beberapa risiko, seperti keduanya akan putus sekolah, kesehatan reproduksinya jadi perhatian, dan tentu belum bias mandiri,” kata dia.

 

Saptiwi mengungkapkan, pengawasan orang tua sangat penting dalam pergaulan anaknya. Pengawasan dalam menggunakan gawai pun perlu dilakukan agar anak terhindar dari mengakses hal negative seperti pornografi.

 

Apalagi anak zaman sekarang banyak yang lebih pintar dari orangtuanya terkait soal gadget. Dikiranya, belajar, malah mengakses yang nggak-nggak. Jadi pengawasan orangtua itu juga penting,” ucapnya.

 

Sapti mengungkapkan, Jawa Tengah mengalami pendekatan cukup signifikan dalam kasus perkawinan usia anak. Selama Januari hingga September 2020 sudah ada lebih kurang 9.440 dispensasi kawin yang diajukan.

 

Purwodadi menjadi daerah dengan perkawinan usia anak terbanyak yaitu 588 permohonan. Disusul Cilacap dengan 561 dispensasi kawin.. kemudian Banjarnegara dengan 515 dispensasi kawin.

 

Untuk daerah terendah dispensasi kawinnya adalah Magelang, dengan 21 permohonan, lalu Pekalongan yakni 48 permohonan, kemudian Tegal 60 dispensasi kawin.

 (Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar