Pendidikan Karakter Kunci Tekan Penindasan di Lingkungan Pendidikan


KomnasAnak.com, NASIONAL - 
Dukungan disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin pada usaha pemerintah, terutama bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menekan kasus perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

 

Dirinya sepakat bahwa perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan perlu mendapat perhatian khusus. Penindasan dalam bentuk apapun, lanjut dia, akan berdampak pada psikis baik korban dan pelaku.

 

“Kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan sudah diatur Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan. Namun, kekerasan di lingkungan pendidikan masih jadi persoalan, salah satu faktor yang menghambat karena implementasi peraturan tersebut dinilai belum efektif,” tutur Azis, Sabtu (12/12).

 

Dia mendorong komitmen semua stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan bebas penindasan. Dimulai dari pembuat kebijakan di tingkat kementerian, Komisi Perlindungan Anak, universitas, sekolah, wali murid, hingga siswa siswi.

 

Azis menegaskan, pendidikan karakter yang dikedepankan pemerintahan Presiden Jokowi merupakan solusi persoalan moral dan sosial di lingkungan pendidikan.

 

“Pendidikan karakter tersebut merupakan solusi dan menjadi urgensi untuk mengatasi masalah moral-sosial serta meningkatkan prestasi akademik dengan mengajarkan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

 

Dia meminta semua pihak untuk turut menghapuskan budaya penindasan. Serta mengajarkan pendidikan karakter sedini mungkin demi membangun generasi masa depan bangsa yang berkualitas dan berkarakter.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar