Risiko Utama yang Dihadapi Anak di Masa Pandemi


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Interim Campaign Manager Save the Children Indonesia, Fandi Yusuf mengatakan anak-anak menjadi rentan berbagai risiko akibat ketidakpastian di tengah pandemi.


Oleh karena itu, Save the Children melakukan Rapid Needs Assessment terhadap situasi hak anak yang terdampak pandemi.

Fandi Yusuf menjelaskan, anak-anak menghadapi tujuh risiko utama selama pandemi. Risiko itu adalah kehilangan orangtua akibat COVID-19, orangtua kehilangan pendapatan, sulit mengakses layanan pendidikan berkualitas, rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi, sulit mengakses layanan kesehatan dasar dan gizi, anak tinggal di kawasan rawan bencana, dan terbatasnya dukungan bagi anak disabilitas.

"Kita perlu memastikan anak-anak tetap dapat belajar di rumah sehingga tingkat keaksaraan mereka tetap terjaga dengan baik dan tetap bersemangat mempersiapkan diri kembali ke sekolah jika situasi telah aman," ujar Fandi.

Selain itu, Deputi Chief Program Impact and Policy Save the Children, Tata Sudrajat menambahkan bahwa kekerasan terhadap anak meningkat selama pandemi.

Hasil dari Global Survey Save the Children di 34 negara pada Agustus 2020 mengungkap bahwa 23 persen orangtua melakukan pengasuhan negatif pada anak. Sedangkan 25 persen keluarga melaporkan adanya kekerasan dalam keluarga yang mengalami pengurangan pendapatan.

Terkait pembelajaran daring, 40 persen orangtua belum melakukan tindakan perlindungan anak dari negative internet, termasuk perundungan di sekolah melalui internet.

Dengan adanya pembelajaran jarak jauh, konsumsi anaj menjadi jauh meningkat. Sayangnya, belum semua orangtua dapat melindungi anak-anaknya dari paparan informasi di internet. Termashk potensi perundungan daring yang meningkat seiring meningkatnya penggunaan internet.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar