Ayah di Kudus Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 9 Tahun Terancam Hukuman Kebiri


KomnasAnak.com, JAWA TENGAH -
Polres Kudus telah mengamankan seorang ayah yang diduga mencabuli anaknya sendiri di rumahnya di Desa Loram Kulon, Jati, Kabupaten Kudus. Pria berinisial S (44) ini tega mencabuli anak kandungnya, D, yang masih berusia 9 tahun.

 

Berdasarkan penuturan korban, pelaku telah mencabulinya berkali-kali. Dan terakhir dilakukan pada Sabtu, 2 Januari 2021 lalu.

 

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari ibu korban. Atas laporan tersebut, tim lantas melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil menangkap pelaku pada Rabu (13/1) malam.

 

“Tersangka sudah kami amankan di Mapolres Kudus. Dia sudah mengakui jika memang sudah menyetubuhi korban,” katanya.

 

Kasus dugaan pencabulan ini, bermula ketika korban bercerita kepada ibunya pada Minggu (3/1). Korban mengaku sudah disetubuhi ayah kandungnya berkali-kali.

 

“Tiba-tiba korban bercerita kepada ibunya, bahwa korban sudah disetubuhi ayahnya berulang kali. Korban diancam tersangka, jika mengatakan kepada ibunya, dia akan dibunuh,” jelasnya.

 

Mengetahui hal tersebut, ibu korban kemudian melapor ke polisi karena tidak terima dengan kejadian tersebut.

 

Kasus ini mendapat perhatian Komnas PA Kudus yang meminta agar pelaku mendapat hukuman kebiri.

 

“Mendorong sesuai dengan prosedur hukum. Dari awal itu sudah membuat tanda tangan bersama untuk kasus kebiri untuk didorong kea rah sana. Kepada predator anak itu ya kami harapkan (nantinya dihukum kebiri),” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Kudus, Mohammad Sof’an saat dihubungi wartawan, Kamis (14/1).

 

Sof’an menuturkan hukum kebiri layak bagi predator seks, karena kejadian tersebut berdampak kompleks bagi sang korban. Apalagi korbannya masih anak-anak.

 

“Karena memang kurang manusiawi. Dilihat segi digitukan sudah tanda kutip sudah hancur masa depannya, kejiwaan sosial juga hancur,” ucapnya.

 

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan pelaku. Dari keterangan pelaku, aksi bejatnya dilakukan lantaran sering ditolak saat meminta berhubungan badan dengan istrinya.

 

“Bilangnya itu kepengen (ingin/nafsu), lama tidak dikasih istrinya juga. Kalau istrinya capek memang enggak dikasih, karena capek kerja jualan angkringan,” katanya, Jumat (15/1).

 

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan pihaknya masih akan mendiskusikan mengenai ancaman hukuman kebiri dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. Pihaknya kini juga tengah melakukan pemberkasan kasus tersebut untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

 

“Ini kami masih dengan ancaman hukuman pasal perlindungan anak dengan ancaman 15 sampai 20 tahun, dengan pemberatan karena pelaku orangtuanya sendiri dan anak juga di bawah umur,” pungkasnya.

 (Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar