Ibu Tega Berbuat Senonoh kepada Anak Kandungnya yang Masih 3 Tahun


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Seorang ibu rumah tangga berinisial NHJ di Kabupaten Bima (Nusa  Tenggara Barat) tega melakukan kejahatan seksual terhadao anak kandungnya sendiri yang masih berusia 3 tahun.

 

Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto mengungkapkan, perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan NHJ di rumahnya pada Juni 2020. Dia melakukan perbuatannya saat suaminya tidak berada di rumah.

 

“NHJ diamankan karena diduga telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban berinisial RFR (3) yang tidak lain adalah anak kandung tersangka. Perbuatan tersebut ia lakukan sekitar bulan Juni 2020 di rumahnya saat suaminya sedang tidak berada di rumah,” ungkap Artanto dalam keterangannya, Jumat (29/1).

 

Artanto mengatakan, kasus ini terungkap setelah sang suami mendapat kiriman video dari anaknya yang berinisial NAR, anaknya yang lain. NAR, lanjut dia, mengirim video saat ibunya melakukan pencabulan terhadap adik kecilnya.

 

“Setelah melihat video tersebut, ayah korban pun takut dan khawatir akan terus dilakukan oleh tersangka sehingga menyarankan keluarganya melaporkan ke pihak kepolisian,” tutur Artanto.

 

Polisi segera menindaklanjuti laporan keluarga korban. Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB menangkap tersangka di rumahnya pada Selasa 26 Januari 2021.

 

Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 unit ponsel, 1 buah memory card, 2 buah SIM card, 1 lembar kartu keluarga, dan 1 lembar akte kelahiran.

 

“Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Ditreskrimum Polda NTB dan dilakukan penahanan selama 20 hari guna proses penyidikan,” kata Artanto.

 

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB ABKP ni Made Pujawati mengatakan NHJ nekat melakukan perbuatan tersebut karena desakan kebutuhan seksual. Alasannya, suami NHJ jarang berada di rumah karena bekerja di luar kota.

 

“Memenuhi kebutuhan seksual. Ya ini, lagi pengin (berhubungan seksual) tapi suami tidak ada,” kata Ni Made.

 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 ayat 3 dan/atau Pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar