Pelaku Pengeroyokan Remaja Hingga Tewas di Kudus Berhasil Ditangkap


KomnasAnak.com,JAWA TENGAH -
Empat pelaku pengeroyokan hingga tewas terhadap seorang seorang remaja di Kudus, Jawa Tengah telah berhasil diamankan polisi. Sedangkan dua pelaku lain masih buron.

 

Korban berinial MDS masih anak di bawah umur, yaitu 16 tahun. Salah satu dari empat pelaku juga anak di bawah umur berinisial Z.

 

“Iya benar (pelaku pengeroyokan sudah diamankan), mereka berinisial H (22), A (20), I (21), dan Z (16) anak-anak di bawah tahun. Masih diburu dua pelaku lainnya,” tutur Kapolsek Jati, Kudus, AKP Bambang Sutaryo, saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (6/1).

 

“Dari keempat itu diamankan pada Selasa (5/1) dini hari. Dua pelaku diamankan di Batangan, Pati, dan dua lainnya di Krawang Kudus,” lanjut dia.

 

Bambang menjelaskan, pelaku dan korban adalah satu kelompok anak jalanan (anak punk). Sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi, mereka sempat meminum minuman keras di Kawasan Proliman, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati. Kemudian terjadi cekcok antara korban dan pelaku hingga berujung pengeroyokan.

 

Setelah pengeroyokan tersebut, korban berinisial MDS (16) warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus sempat diantar pulang ke rumah. Namun, pelaku kembali mengajak korban ke Proliman dan dianiaya hingga tewas. Motifnya karena pelaku tidak terima akan dilaporkan ke polisi.

 

“Karena motifnya awalnya ada cekcok, dianiaya. (lalu korban mau melaporkan pihak berwajib) tahu mau dilaporkan ke pihak berwajib kan, mereka juga habis minum, terus terjadi pengeroyokan lagi itu. Pelaku minum semua. Itu satuan kelompok anak punk semua. Semuanya anak punk. Korban dan pelaku sama-sama anak punk,” terang Bambang.

 

“Setelah terjadi penganiayaan pertama korban diajak ke TKP (Proliman Tanjung) awal oleh para pelaku, tersangka marah karena mendengar orang tua korban akan mellaporkan ke pihak berwajib sehingga terjadi penganiayaan kedua yang lebih parah,” sambung Bambang.

 

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kejadian tersebut, meliputi batu dan ukulele (gitar kecil).

 

“Barang bukti, batu, kentrung gitar kecil. (Korban) dipukul pakai batu itu. Sedangkan untuk pasal yang disangkakan UU Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya.

 

Sebelumnya, diberitakan seorang remaja di Kudus tewas dianiaya oleh sekelompok anak jalanan di Proliman Tanjung pada Minggu malam (3/1).

 

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan korban berinisial MDS (16) diketahui meninggal malam itu juga di rumah sakit. Korban meningkat akibat luka hantaman benda tumpul.

 

“Meninggalnya sekitar jam 22.52 WIB. Itu kejadian dugaan pengeroyokan pada pukul 22.00 WIB,” kata Aditya pada Senin (4/1).

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar