Tindak Kejahatan dan Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak di Klaten Meningkat Selama Pandemi


KomnasAnak.com, Jawa Tengah - 
Kekerasan seksual terhadap anak selama pandemi di Klaten, Jawa Tengah cukup memprihatinkan. Seperti kasus ayah tiri yang melakukan tindak kekerasan seksual pada anak tirinya. Hal tersebut terjadi lantaran sang ayah terkena PHK dan sang anak yang sering berada di rumah akibat belajar daring.


"Di sisi lain, di keluarga itu juga pemahaman kurang tepat tentang keluarga. Ada kesepakatan mereka bertiga, ayah tiri akan menikah dengan anaknya setelah lulus sekolah karena ibu kandungnya tidak memberikan keturunan," ungkap Ofik Anggraeni, seorang pekerja sosial di Klaten dalam acara 'Kidung Harapan Menembus Batas', catatan akhir tahun program kemanusiaan respon pandemi COVID-19 secara virtual, Kamis (31/12/2020).

"Ketika ayah tiri dan anak tirinya berada di rumah berdua lantaran ibunya bekerja, maka terjadilan hubungan intim sehingga gadis itu mengandung," lanjutnya.

Tapi saat kasus tersebut diproses secara hukum, ibu kandung korban memjnta agar suaminya (pelaku) dibebaskan dari jerat hukum karena merupakan tulang punggung keluarga.

"Ada dua kasus serupa yang terjadi di Klaten. Pelaku kekerasan seksual adalah ayah tiri yang terjadi pada bulan September dan Oktober 2020," ujar Ofik.

Sementara itu, berdasarkan data dari Lembaga Perlindungan Anak Klaten, hingga akhir tahun 2020 terdapat 80 anak yang berhadapan dengan hukum di Klaten.

"Banyak orang tua yang menyampaikan keluhan kepada kami sejak pandemi COVID-19 mulai. Ketika sekolah harus daring, anak-anak harus di rumah saha, ternyata anak-anak sulit membiasakan diri mengenakan masker. Mereka juga bermain layang-layang bersama rekan-rekannya di lalangan. Mereka juga belum terbiasa menjaga jarak dan mencuci tangan," ungkap Gotik dari LPA Klaten.

Manajer Program Yayasan Setara Yuli Sulistyanto, sebagai penyelenggara webinar tersebut mengatakan anak-anak menjadi kelompok rentan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

"Mereka kena dampak luar biasa bila kita tidak melakukan perlindungan. Upaya pencegahan lewat protokol kesehatan maupun pendidikan. Perlindungan efektif jadi pegangan kita agar anak-anak tetap sehat," kata dia.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar