INFID: Tren Naik Perkawinan Anak Terjadi Sejak Sebelum Pandemi


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Perkawinan anak selama dua tahun terakhir menunjukkan tren kenaikan. Data tersebut diungkapkan oleh International NGO Forum in Indonesian Development (INFID).

 

Data NGO ini mengungkapkan bahwa fenomena perkawinan anak secara umum banyak terjadi di desa, baik desa administrasi maupun desa adat. Peningkatan perkawinan anak dapat terlihat dari banyaknya pengajuan dispensasi kawin.

 

Ketua Desan Pengurus INFID, Dian Kartika Sari menyampaikan bahwa lonjakan permohonan dispensasi kawin justru terjadi sebelum COVID-19 menyebar di Indonesia, yakni pada 2019.

 

“Banyak orang mengatakan bahwa perkawinan anak ini melonjak karena COVID-19, tapi nyatanya lonjakan ini sudah dimulai sejak 2019,” ujar Dian dalam webinar kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Senin (22/2).

 

Data Mahkamah Agung menunjukkan, permohonan dispensasi pada 2017 berada di angka 13.095, pada 2018 naik menjadi 13.815. kenaikan mulai tinggi pada 2019 menjadi 24.864, dan melonjak tajam di tahun 2020 hingga 54.469.

 

“Angka ini akan jauh lebih besar jika kita lihat terjadinya perkawinan anak ini tidak hanya dilakukan dengan dispensasi tapi juga nikah siri,” ujarnya.

 

Sebagai upaya pencegahan perkawinan anak terutama di desa, maka dibutuhkan peran paralegal. Yakni orang atau sekelompok orang yang mendapatkan pelatihan tentang hukum oleh lembaga atau organisasi bantuan hukum (OBH) untuk memberikan layanan bantuan hukum di bawah supervise advokat atau pengacara.

 

Menurut Dian, paralegal harus terdaftar pada organisasi atau lembaga pemberi layanan hukum. Layanan paralegal sendiri mencakup sosialisasi perundang-undangan, konsultasi, dan mediasi.

 

Dalam upaya pencegahan perkawinan anak, paralegal dapat menggunakan pendekatan hukum untuk mencegah orangtua atau pihak lain mengawinkan anak. Mereka dapat menginformasikan peraturan perundangan dan sanksi pelanggaran jika para orangtua melakukan perkawinan anak.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar