Langkah Kemen PPPA Wujudkan Indonesia Layak Anak 2030


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tengah berupaya mewujudkan Indonesia Layak Anak di 2030 mendatang. Untuk merealisasikannya, beberapa strategi telah dilakukan.

 

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan, sampai saat ini telah ada 435 kabupaten/kota yang ikut menginisiasi Indonesia Layak Anak. Bahkan di tahun 2019, sudah ada 247 kabupaten/kota yang mendapat penghargaan kabupaten/kota layak anak.

 

“Pada tahun ini, Bu Menteri menekan MOU dengan Menteri Desa, kita akan memperkuat desa ramah perempuan dan peduli anak. kami akan mengawal desa peduli anak sebagai pengembangan dan penguatan desa layak anak yang sudah kita rintis sebelumnya,” kata Lenny dalam media gathering Kemen PPPA, Kamis (11/2/2021).

 

Selain bekerjasama dengan Kementerian Desa, Kemen PPPA juga akan bekerjsama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk menyediakan infrastruktur ramah anak. Sebab sebagian besar kasus kekerasan/kejahatan seksual terjadi karena banyak infrastruktur yang belum ramah anak.

 

“Kami juga melakukan penyiapan infrastruktur ramah anak. banyak anak-anak kita yang mengalami kejahatan seksual, pedofil, dan kekerasan di infrastruktur publik, karena belum ramah anak. Seperti di taman bermain,” ujarnya.

 

Lenny menjelaskan, dalam mewujudkan Indonesia layak anak 2030, Kemen PPPA telah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan membuat pusat informasi sahabat anak. Sehingga anak-anak bisa memperoleh informasi yang mereka butuhkan dengan bahasa yang mudah dipahami.

 

Selain itu, Kemen PPPA juga telah mendirikan 45 ribu lebih satuan pendidikan ramah anak. seperti sekolah ramah anak atau madrasah ramah anak.

 

Secara bertahap, Kemen PPPA tengah menginisiasi lingkungan ramah anak di luar satuan pendidikan, seperti di keluarga, lingkungan sekitar rumah, serta lingkungan tempat ibadah.

 

“Kita juga bekerjasama dengan lembaga keagamaan dan dewan masjid untuk mengembangkan masjid ramah anak, gereja ramah anak, dan pura ramah anak. kita akan melanjutkan untuk agama-agama yang lain,” terangnya.

 

Bukan hanya di bidang pendidikan dan sosial saja, di bidang kesehatan, Kemen PPPA pun telah berupaya mewujudkan instansi kesehatan yang ramah anak.

 

Di tahun 2020, tercatat sudah ada 2000 puskesmas ramah anak. Sedangkan di tahun 2021 ini, Lenny menerangkan, Kemen PPPA akan bekerjasama dengan Kemenkes untuk menginisiasi rumah sakit ramah anak.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar