Arist Ketua Komnas PA Beri Tanggapan Soal Pria yang Pukul Anak 9 Tahun di Minimarket


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait meminta pelaku pemukulan terhadap anak meminta maaf. Peristiwa pemukulan itu terjadi di minimarket Jalan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/3).

 

“Apapun alasannya, bagi orang dewasa yang memukul itu segera meminta maaf ke anak itu,” kata Arist kepada TribunJakarta.com, Senin (15/3).

 

Arist mengatakan, kekerasan terhadap anak sangat tidak dibenarkan karena tidak mendidik.

 

“Karena itu tidak dibenarkan dan tidak mendidik. Tentu harus sabar karena orang dewasa kan pikirannya lebih rasional,” jelas Arist.

 

“Orang dewasa juga harus cermat menyikapi hal tersebut. Karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya.

 

Bila keluarga melapor, kata Arist, maka pelaku dapat dijerat tindak pidana. Komnas PA pun siap mendampingi anak 9 tahun tersebut jika kasusnya berlanjut ke Kepolisian.

 

“Apabila anak-anak ini kalau ada yang mendampingi, kalau misalnya itu datang ke kantor kami, bisa melaporkan bersama ke pihak kepolisian,” tutur Arist.

 

Arist juga berpesan agar keluarga tak perlu ragu melapor ke pihak kepolisian. Sebab kekerasan terhadap anak tidak bisa dibenarkan.

 

“Apalagi anak sembilan tahun itu bukan unsur kesengajaan,” kata Arist.

 

Sebagai orang dewasa, seharusnya pria tersebut mampu menahan emosi dan menasehatinya.

 

Kapolsek Senen, Komisaris Polisi Ewo Samono mengatakan pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

 

“Pihak kami sedang melakukan pengecekan di lapangan,” kata Ewo pada Senin (15/3).

 

Sebelumnya, seorang pria dewasa memukul wajah anak sembilan tahun di minimarket Jalan Kenari 2, RT 03 RW 03, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

 

Aksi pria tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial Instagram. Salah satu pengunggah video tersebut adalah akun @merekamjakarta.

 

Dalam keterangan di video, anak yang dipukul berinisial Z. pemukulan tersebut terjadi pada Jumat (12/3).

 

Sepupu Z menjelaskan, insiden itu terjadi saat Z hendak membeli permen di minimarket sebelum Jumatan.

 

Ketika hendak membayar, sarung Z tidak sengaja menyerempet bahu pelaku.

 

“Z menyelempangkan sarungnya dan tak sengaja terkena bahu pria tersebut,” tulis keterangan akun @merekamjakarta pada Sabtu (13/3).

 

Setelah pria itu membayar di kasir, barulah Z dipukul.

 

“Setelah dipukul dia (Z) tidak menangis. Saat mengadu ke om-nya baru nangis,” kata sepupu Z.

 (Editor: DM)

 

Posting Komentar

0 Komentar