Berlatih Lepas dari Kecanduan Bermain Ponsel


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Semenjak pandemic, kita disibukkan dengan aktivitas daring. Mulai dari belajar hingga bermain bersama teman. Hal ini tentunya membuat durasi kita memainkan ponsel semakin lama.

 

Padahal, sebenarnya ponsel dan media daring banyak berdampak buruk bagi diri kita. Kejahatan siber seperti perundungan atau bullying bahkan ancaman kejahatan seksual seperti dikirimi foto tidak pantas sampai mungkin menjadi korban eksploitasi.

 

Itu adalah sekian dari banyaknya dampak negative yang mengintai dari interaksi kita di media online.

 

Daring juga menimbulkan dampak negative bagi diri kita, apalagi kalau kita sudah kecanduan ponsel. Ketika kita merasa tidak lepas dari ponsel.

 

Yang pasti ketika kita sudah mulai mengenal dunia daring adalah kurang teraturnya waktu tidur. Karena terlalu sibuk dengan tugas sekolah atau game di ponsel kita terkadang kita lupa dengan dunia sekitar kita. Sampai lupa waktu dan tidur larut malam.

 

Penggunaan ponsel juga akan berpengaruh pada tingkat aktivitas kita. Terlalu asyik dengan ponsel membuat kita biasa duduk berjam-jam atau bahkan tiduran. Padahal anak-anak seperti kita waktunya untuk bermain di luar dan bereksplorasi lewat bermain dengan teman-teman.

 

Itu sebabnya, kecanduan ponsel bisa berdampak pada kebutuhan gizi kita. Dua kemungkinannya, kita akan kekurangan gizi karena main ponsel tanpa makan minum seharian. Atau menjadi obesitas karena ketika bermain ponsel selalu ngemil makanan tidak sehat.

 

Aktivitas fisik di usia anak-anak dan remaja sangat baik dan dianjurkan agar tetap sehat dan membangun tubuh yang kuat. Salah satu aktivitas fisik yang bisa dilakukan di rumah contohnya seperti menari atau olahraga diiringi lagu kesukaan. Selain itu, olahraga ringan di luar rumah yang bisa kita lakukan contohnya seperti bersepeda bersama teman-teman. Tentunya dengan tetap memakai masker dan tidak berdempetan.

 

Terlalu lama melihat layer ponsel juga akan berdampak pada kesehatan kita lho. Berdasarkan penelitian, anak-anak di semua umur yang menggunakan ponsel lebih dari 2 jam per hari cenderung memiliki nilai yang rendah dalam ujian berpikir dan bahasa.

 

Seorang dokter pedriatrik, Dr. Skyler Kalady mengatakan bahwa anak sebenarnya menghabiskan wajtunya untuk bermain dilingkungannya dan mengembangkan skill motoric. Tapi itu terganggu ketika terlalu banyak memainkan ponsel.

 

Akibatnya, kita anak-anak akan menderita apa yang disebut oleh ahli sebagai Nature Defisit Disorder (NDD). Yaitu gangguan yang terjadi pada anak akibat kurang bermain di luar rumah atau lingkungan. Dampak dari Nature Defisit Disorder ini banyak, seperti:

1. Gangguan terhadap fisik seperti obesitas dan rentan sakit

2. Kurang mampu berkonsentrasi dan kurang kreatif

3. Peta kognitif cenderung kurang. Akibatnya kita akan sulit menemukan jalan keluar suatu masalah

4. Perkembangan emosi menjadi terganggu dan cenderung sulit bersosialisasi

5. Gangguan psikologis, seperti mudah stres

6. Menjadi kurang peduli lingkungan

 

Wah, menatap layar ponsel saja bisa jadi banyak ya akibatnya. Itulah sebabnya, kita harus mulai membatasi diri untuk tidak bermain ponsel lebih dari kadar normalnya. Misalnya, untuk sekolah, mengerjakan tugas, dan bermain. Untuk kepentingan bermain pun harus dibatasi, misalnya sehari hanya main game 30 menit, dan selebihnya untuk bermain dengan teman-teman.

 

Ibu pernah berpesan, “main ponsel boleh, tapi jangan main ponsel di kamar tidur”. Ternyata, banyak juga yang memberi nasihat seperti itu. Mengapa? Karena ketika sudah sampai di kamar, biasanya kita akan terbawa suasana kenyamanan dan malah keasyikan bermain ponsel. Sedangkan tugas sekolah masih menumpuk dan menunggu dikerjakan.

 

Lalu apa yang harus dilakukan agar terbebas dari kecanduan ponsel?

 

Pertama, kita bisa bicara dulu dengan orang tua atau wali kalo kita mau mengurangi penggunaan ponsel. Berikan alasan juga kenapa kamu mau mengurangi penggunaan ponsel. Contohnya, agar tidak kecanduan game.

 

Kenapa bicara dengan orang dewasa penting? Nantinya mereka akan memberimu arahan dan akan membantu mengingatkan kalo kamu tiba-tiba kembali kecanduan ponsel.

 

Kedua, bikin jadwal kapan kamu akan mulai mengurangi penggunaan ponsel. Supaya kamu bisa menyiapkan mental. Ingat, mengurangi ponsel bukan berarti berhenti sekolah daring. Batasi yang memang perlu dibatasi. Misalnya, setelah sekolah ingin bermain ponsel dibatasi hanya 15 menit setelah itu melakukan aktivitas lain.

 

Ketiga, bikin list apa yang harus dilakukan selain memainkan ponsel. Bisa jadi kamu ingin membaca buku fisik, membersihkan rumah, menggambar, membantu ibu atau ayah, atau bermain dengan teman-teman. List ini gunanya agar kamu tidak sempat memegang ponsel dan beralih ke lingkungan.

 

Kalo admin sendiri lebih memilih bermain bersama keluarga dan teman-teman. Biasanya sambil cerita-cerita hal yang menarik supaya lupa dengan dunia daring dan lebih menghargai lingkungan. Admin juga sering memanfaatkan waktu di luar jam sekolah untuk menggambar dan berkebun.

 

Intinya, coba list apa saja yang ingin kamu lakukan dan usahakan untuk tercapai.

 

Keempat, taruh ponsel di tempat yang jauh dari biasanya kamu bermain. Contohnya, kamu sering bermain di ruang tamu, maka taruh ponselmu di kamar agar kamu bisa fokus dengan kegiatanmu. Kita memang sulit untuk melawan godaan ponsel, karena itu, menjauhkannya lebih baik daripada menahannya di samping tempat kamu duduk.

 

Bisa juga minta bantuan kepada ayah atau ibu untuk menyembunyikan ponsel kita setelah selesai jam sekolah.

 (Penulis: DM)

Kelima, ajak main orang di rumah. Misalkan orang dewasa di rumah sedang tidak sibuk, kita bisa minta bantuan kepada mereka untuk bermain bersama. Atau kita bisa bermain bersama teman-teman untuk mengisi waktu luang.

 

Anak-anak memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi, bermain secara fisik akan membantu mengasah kemampuan otak kita. Jadi lebih baik bagi kita untuk melatih berpikir dari lingkungan secara kreatif.

 

Keenam, tanamkan hal-hal ini menjadi kebiasaan. Kamu tidak akan bisa mengubah hidup kamu secara tiba-tiba. Karena semua hal perlu proses, termasuk mengurangi penggunaan ponsel.

 

Ketujuh, selalu ubah list yang ingin kamu lakukan agar tidak bosan. Tentunya kita tidak bisa berharap hanya dengan itu-itu saja kita akan nyaman. Ubahlah hal yang ingin kamu lakukan tiap minggu untuk menggantikan kecanduan ponsel.

 

Kalau setelah jam pelajaran kita malas-malasan sambil main ponsel, mulailah mengubahnya sedikit. Mungkin tidur siang bisa menjadi alternatif untuk mengistirahatkan pikiran kita yang suntuk karena belajar dari pagi. Rileks kan pikiran dengan tidur sebentar untuk bersiap hadapi hal-hal menyenangkan.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar