Kemen PPPA Tegaskan Pentingnya Memenuhi Hak Anak dalam Menyambut Era 5.0

Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) ke XII secara virtual, Sabtu (27/3)

KomnasAnak.com, NASIONAL -
Dunia akan memasuki era revolusi society 5.0, dimana peran manusia akan banyak digantikan oleh teknologi robot. Meskipun akan banyak membantu pekerjaan manusia, namun perkembangan teknologi ini juga akan berdampak buruk bagi anak.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengatakan bahwa teknologi informasi berisiko bagi masa depan anak.

 

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi memiliki banyak manfaat, tetapi juga ancaman tersendiri untuk anak, seperti persaingan angkatan kerja yang semakin ketat, meningkatnya risiko cybercrime, serta ketimpangan sosial dan informasi yang semakin besar bagi kelompok termajinalkan,” ujar Bintang dalam Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) ke XII secara virtual, Sabtu (27/3).

 

Meski akan menghadapi banyak risiko, anak-anak tetap harus diberikan haknya untuk mengakses teknologi sehingga mampu menjadi generasi unggul di era revolusi society 5.0.

 

“Seperti halnya orang dewasa, anak juga memiliki hak asasi yang perlu dipenuhi. Dalam society 5.0, anak-anak harus dipersiapkan memiliki mental yang baik dan dewasa dalam bersikap. Pemenuhan hak-hak anak inilah yang akan membawa anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang unggul, tangguh, berdaya saing, serta berbudi luhur menuju era baru, yaitu peradaban 5.0,” tutur Bintang.

 

Dia menegaskan, untuk mencapai tumbuh kembang anak yang maksimal dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.

 

“Untuk itu, Undang-Undang Perlindungan Anak mengamanatkan negara, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orangtua atau wali berkewajiban dan bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak, termasuk di dalamnya memenuhi hak-hak anak,” tuturnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, Bintang berharap ada sinergi bersama untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, khususnya dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks.

 

“Kedepannya, ilmu pengetahuan harus semakin kuat dalam mendasari berbagai kebijakan sehingga kebijakan tersebut dapat lebih terukur, efektif, dan efisien dalam menyasar masalah yang ada. Kami dari pihak pemerintah terbuka untuk mendapatkan segala masukan untuk mempersiapkan masa depan bangsa,” tutup Bintang.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar