Berbahaya, Ketahui Gejala dan Ciri Kecanduan Gawai pada Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Penggunaan gawai terlalu lama pada anak dapat berakibat buruk bagi kejiwaan. Seperti seratusan anak usia 7 sampai 15 tahun yang mengalami adiksi hingga terpaksa menjalani perawatan dk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Jawa Barat.


Dari Januari hingga Februari 2021 terdapat 14 anak alami kecanduan gawai yang menjalani rawat jalan. Sementara sepanjang tahun 2020 total asa 98 anak jalani rawat jalan karena kecanduan gawai.

Berikut beberapa gejala dan ciri anak yang alami kecanduan gawai:

1. Cenderung Emosional
Anak kecanduan gawai cenderung mudah emosi dan lebih ekspresif jika keinginannya tidak terpenuhi atau tidak diperbolehkan mengakses gawai.

Hal tersebut biasanya mendasari orang tua membawa anaknya ke RSJ Cisarua untuk berkonsultasi hingga menjalani tahapan rawat jalan jika dirasa sangat diperlukan.

"Ketika dilarang langsung ekspresi emosinya sangat tinggi. Bisa melempar barang bahkan bisa mengancam dengan senjata tajam kalau tidak dituruti permintaannya, seperti ponsel dan kuota," kata Sub Spesialis Psikiater Anak dan Remja RSJ Cisarua Lina Budianti.

2. Bisa Lupa Makan dan Minum
Anak kecanduan gawai banyak yang lupa waktu bahkan untuk sekedar makan dan minum. Mereka menganggap bermain games di gawai atau mengakses media sosial lebih penting.

Bahkan pada beberapa kasus anak mengalami dehidrasi karena terlalu lama bermain gawai.

"Sempat ada pasien anak yang datang ke sini dengan kondisi dehidrasi karena kurang minum. Mereka akan sulit makan karena merasa ya main ponsel lebih penting," tuturnya.

3. Mengurung Diri
Banyak kasus anak kecanduan gawai mengurung diri dan membatasi interaksi dengan teman sebaya. Hal itu diperparah dengan minimnya pengawasan dari orang tua.

4. Agresif dan Bisa Melukai
Dalam kondisi tertentu, anak kecanduan gawai bahkan tak segan mengancam orang lain dan dirinya sendiri saat keinginannya mengakses gawai tak terpenuhi.

Kondisi ini merupakan buntut dari ekspresi emosional karena sudah berada dalam taraf adiksi gawai. Akhirnya orang tua kesulitan melakukan pembatasan jika anak sudah berlaku demikian.

"Ketika dilarang langsung ekspresi emosinya sangat tinggi. Bisa melempar barang, bahkan bisa mengancam dengan senjata tajam kalau tidak dituruti permintaannya, seperti ponsel dan kuota," ujarnya.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar