Pentingnya Informasi Publik yang Layak dan Sesuai Kepentingan Terbaik untuk Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Teknologi informasi terus berkembang pesat. Namun, bila tidak ada pengawasan justru akan menimbulkan dampak buruk bagi anak. Dari berita hoax, konten pornografi, sampai mengalami kejahatan seksual berbasis siber.

 

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny N Rosalin mengungkapkan perlunya penanganan cepat melalui sinergi antara kementerian/lembaga (K/L) bersama pihak terkait.

 

Dunia usaha, media massa, lembaga masyarakat, keluarga, dan masyarakat perlu memastikan anak mendapat informasi yang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak.

 

“Misalnya, sebelum K/L menyampaikan informasi kepada publik, pastikan informasi tersebut layak bagi anak dan ada informasi yang dikhususkan untuk anak. informasi layak bagi anak berarti informasi yang tidak membahayakan bagi anak, tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, isu SARA, dan lainnya,” terangnya, Minggu (7/3).

 

Lenny mengatakan, perlu adanya pemberian pemahaman apa saja informasi yang baik, sehingga anak bisa menyaring dan memilah sendiri berbagai informasi yang diterimanya.

 

Ia melanjutkan, K/L perlu mengemas informasi publik dengan bahasa positif, memotivasi, dan membangun, serta turut melibatkan anak melalui forum anak atau kelompok anak untuk ikut membantu pengawasan informasi publik sesuai tugas dan fungsinya.

 

“Banyak kebijakan dan program K/L yang penting untuk diketahui masyarakat luas, termasuk anak khususnya di bidang kesehatan seperti isu stunting, serta di bidang pendidikan, lingkungan, hukum, dan lainnya,” jelas dia.

 

Namun, selama ini masih banyak anak belum menerima informasi tersebut, padahal mereka merupakan stakeholder penting yang tidak hanya menjadi sasaran program, tapi juga sebagai agen perubahan dan komunikator program K/L kepada sesama anak Indonesia.

 

Untuk itu, Lenny meminta K/L membuat materi KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) cetak digital khusus anak untuk disebarluaskan kepada mereka.

 

“Serta melibatkan Forum Anak dalam menyusun materi KIE tersebut dan menyebarluaskan informasi kepada seluruh anak Indonesia,” pungkas Lenny.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar