Polisi Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur di Solo


KomnasAnak.com, JAWA TENGAH - 
Polresta Solo bongkar jaringan prostitusi anak di bawah umur. Mucikari sebanyak 3 orang jadi tersangka dan berhasil diamankan. Ketiganya adalah L(33), WES(21), dan DAH(20).


Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menerangkan, terbongkarnya kasus prostitusi anak ini bermula dari adanya informasi daring yang mengandung muatan asusila.

"Setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa tersangka ini menawarkan jawa tiga korbannya yang masih di bawah umur melaluu media sosial Facebook," kata Ade saat rilis kasus di Mapolresta Solo, Rabu (10/3).

Tersangka L, lanjut Ade, menawarkan para korban berinisial ND(15), D(16), dan R(16) melalui akun Facebook. Bila ada yang berminat akan diberi nomor WA untuk pemesanan.

"Tersangka L ini kemudian akan mengirimkan foto korban kepada pelanggannya," ujar Ade.

Dia mengatakan, hubungan korban dan tersangka berawal dari pertemanan di media sosial. Kemudian tersangka mengekploitasi korbannya untuk bisnis prostitusi anak.

Sedangkan WES dan DAH berperan mengantarkan korban ke hotwl saat ada pelanggan yang memesannya.

"Dari pengakuan para tersangka mereka sudah mulai menawarkan korban sejak akhir 2020, tapi nanti kami kembangkan lagi. Termasuk ada setidaknga korban lain yang juga ditawarkan," tuturnya.

Ada juga sejumlah barang bukti yang diamankan. Di antaranya, uang sebesat Rp 1.080.000, sejumlah ponsel, dua unit sepeda motor, alat kontrasepsi, dan bukti lainnya.

"Ketiganya dijerat dengan pasal 76 I juncto Pasal 88 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tuturnya.

Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling bantak Rp 200 juta.

Sementara itu, tersangka L menampik bahwa dirinya yang menawarkan anak-anak di media sosial.

"Merekalah(korban) yang meminta tolong dicarikan pelanggan," ucapnya.
(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar