Pria yang Menyiksa Balita di Tangerang Ditangkap, ini Alasannya


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Pelaku dalam video penyiksaan bocah yang viral di media sosial ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kota Tangerang. Pelaku bernama Angga Santana Dewa, 27 tahun.

 

Kepala Polres Kota Tangerang, Komisaris Besar Wahyu S. Bintoro mengatakan tersangka ditangkap di rumahnya di Kampung Malang Nengah Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

 

“Tersangka adalah pacar dari bibi korban,” ujar Wahyu pada Selasa (16/3).

 

Video berdurasi 1 menit 50 detik itu menunjukkan seorang pria dewasa yang menyiksa anak laki-laki berusia dua tahun empat bulan dengan cara memukul perut dan dada anak itu berkali-kali dengan tangan.

 

Pelaku memukul bocah tersebut delapan kali dengan keras setiap korban tidak mau menjawab pertanyaan. Perkataan kasar dan makian turut dilontarkan pelaku. Sedangkan sang anak terduduk di kasur ketakutan. Pria tersebut terus memukul perut korban hingga terpental dan terlentang.

 

Penganiayaan anak ini terjadi pada Minggu, 14 Maret 2021 ketika tersangka membawa korban main ke rumahnya setelah mengantar pacarnya, AW (25) ke tempat kerjanya.

 

Tersangka membawa korban ke rumahnya dengan alasan diajak bermain. Namun, saat bermain di kamar bersama tersangka, korban melempar ponsel Angga.

 

“Tersangka marah, langsung memukul perut korban beberapa kali dengan posisi korban duduk dan berdiri serta tertidur,” kata Wahyu.

 

Angga kemudian menginjak perut dan sekitar alat kelamin korban dengan tumitnya ketika terlentang. Tindakan itu membuat korban seketika buang air besar. Setelahnya korban terlihat lemas.

 

“Korban luka memar bagian dada dan dekat kemaluan,” tutur Wahyu.

 

Video yang direkam oleh pelaku sendiri akhirnya ketahuan oleh AW yang kemudian memberitahukannya kepada kakaknya. Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Polres Tangerang.

 

“Tujuan tersangka memvideokan dan merekam untuk memperingatkan korban, kalau korban lempar handphone dan nangis lagi akan dipukul seperti itu lagi dengan menunjukkan video itu,” ujar Wahyu.

Polisi menyita handphone bermerek Oppo berisi lima video rekaman penyiksaan. Di video pertama, pelaku memukul sebanyak 7 kali di bagian perut menggunakan tangan kiri. Video kedua pelaku memukul 7 kali di bagian perut korban hingga korban buang air besar menggunakan tangan kiri.

 

Di video ketiga, ketika korban dalam posisi terlentang, pelaku memukul 4 kali perut korban menggunakan tangan kanan. Tersangka kembali melakukan penganiayaan ke empat dengan memukul korban 3 kali di bagian dada menggunakan sikut kanan.

 

“Video ke-5 ketika tersangka memukul korban sebanyak 4 kali di bagian perut bawah,” kata Wahyu.

 

Seorang anak, apalagi balita, tidak seharusnya mendapat perlakuan sedemikian buruk. Sebagai orang dewasa, memberi perlindungan kepada anak adalah suatu kewajiban.  Bagaimanapun, sifat dewasa harus ditonjolkan ketika anak bersalah. 

 

Sesuai dengan hukum Indonesia, pelaku telah melanggar UU Perlindungan Anak.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar