Satgas: 14 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia berasal dari Anak Usia Sekolah


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sampai saat ini mencatat kasus infeksi virus corona pada anak usia sekolah menyumbang 14 persen dari total kasus Covid-19 di Indonesia.

 

Anak terinfeksi paling banyak berasal dari usia sekolah dasar (SD) dengan 49.962 kasus ditemukan. Namun, satgas tidak merinci wilayah mana yang menyumbang kasus infeksi virus terbanyak pada anak usia sekolah.

 

“Totalnya sekitar 14 persen dari seluruh kasus di Indonesia. Jadi perlu menjadi perhatian kita semua, kita harus tetap menjaga mereka tetap sehat dan bisa produktif untuk belajar,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam acara daring yang disiarkan kanal Youtube Kemendikbud RI, Selasa (30/3).

 

Wiku merinci sebaran data kasus anak terpapar virus. Yakni 23.934 kasus dari anak berusia 0-2 tahun atau PAUD, kemudian 25.219 anak berusia 3-6 tahun atau setara anak pendidikan TK.

 

Kemudian kasus paling banyak ditemukan pada usia 7-12 tahun atau setara SD dengan 49.962 kasus.

 

Selanjutnya 36.634 kasus pada anak usia 13-15 tahun atau SMP. Dan terkahir 45.888 kasus pada murid SMA atau usia 16-18 tahun.

 

Lebih lanjut, Wiku mengatakan bahwa case fatality rate (CFR) atau kasus kematian yang ditemukan tidak terlalu banyak jika dibanding usia dewasa.

 

Temuan itu, menurut Wisnu, menunjukkan bahwa anak memiliki imunitas baik melawan virus dan belum memiliki penyakit komorbid.

 

Wiku mencatat, kelompok anak usia PAUD jadi kelompok dengan jumlah kematian anak usia sekolah terbanyak selama kurang 13 bulan pandemi Covid-19 di tanah air.

 

204 kematian berasal dari anak setara PAUD, 53 kematian dari anak setara TK. Kemudian 82 kasus kematian terjadi pada anak setara SD, 46 kasus kematian dari murid SMP, dan 82 kasus kematian pada murid SMA.

 

“Bahwa anak-anak relative terlindungi dari fatalitas. Kalau kita lihat dari kematian, kita lihat bahwa kondisi fluktuatif dan korban memang ada di anak-anak usia sekolah,” katanya.

 (Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar