Sepanjang 2020 Sebanyak 64.211 Dispensasi Nikah Diberikan ke Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan sepanjang 2020, sebanyak 64.211 dispensai kawin diberikan kepada anak. Angka tersebut tercatat di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (MA).

 

Dispensasi pada tahun 2020 melonjak tajam dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 23.126 dispensasi.

 

“Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 yang menaikkan usia minimal menikah yakni 19 tahun tidak serta merta menjamin perkawinan anak bisa dicegah,” kata Muhadjir saat memberi sambutan dalam acara Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Peningkatan Kualitas SDM Indonesia yang disiarkan secara daring, Kamis (18/3).

 

Muhadjir mengatakan, UU 16/2019 yang masih membolehkan dispensasi jika calon pengantin tidak memenuhi persyaratan usia yang dicantumkan menjadi celah perkawinan anak.

 

Menurutnya, pengabulan dispensasi yang diberikan hakim masih berlandaskan budaya dan agama lantaran anak dikhawatirkan melanggar nilai sosial. Bahkan ada yang mengabulkan dengan alasan anak tersebut saling mencintai.

 

“Di sini terlihat pengabulan ini bersifat subjektif yang melibatkan pertimbangan nilai norma dan budaya,” ujarnya.

 

Selain itu, Kata Muhadjir, alasan hakim memberi dispensasi bagi anak untuk menikah karena kehamilan yang tidak diinginkan hingga hubungan seksual pra nikah.

 

“Koalisi 18plus mengungkap bahwa 98 persen orang tua menikahkan anaknya karena sudah terlanjur pacarana, sementara 89 persen hakim mengatakan, pengabulan ini dilakukan untuk menganggapi kekhawatiran para orang tua,” katanya.

 

Namun, mantan Menteri pendidikan dan kebudayaan itu menyatakan akar persoalan pernikahan anak di bawah umur ini adalah kekhawatiran para orang tua. Menurutnya, pemerintah tak bisa memecahkan masalah ini sendiri.

 

“Akar persoalan ini adalah dari pemahaman orang tua yang menganggap bahwa solusi satu-satunya adalah dengan mengawinkan, kawinkan mereka,” katanya.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar