Amankah Pembelajaran Tatap Muka bagi Anak dan Keluarga? Ini Penjelasan Dokter


KomnasAnak.com, NASIONAL-
Setiap sekolah telah diwajibkan oleh pemerintah untuk menyediakan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) bila guru dan tenaga pendidiknya telah divaksin. Namun pertanyaan amankah siswa dan keluarganya dari virus corona saat pelaksanaan PTM?

 

Dokter spesialisa anak RS Medistra Arnold Soetarso mengungkapkan, hasil penelitian di luar negeri menjabarkan bahwa siswa tidak terpapar virus corona saat pembelajaran di sekolah. Melainkan terpapar selepas pembelajaran.

 

“Menurut penelitian di luar negeri, anak-anak itu tidak menjadi super spreader di lingkungan (keluarga) dan sekolah, kalaupun anak-anak atau yang terinfeksi Covid-19, itu bukan dari sekolah, itu terjadi ketika anak-anak beraktivitas di luar ataupun kegiatan lain, (penyebaran) itu bukan di sekolah,” jelas dia dalam siaran Youtube Vox Institute Indonesia, Senin (12/4).

 

Dia menjelaskan, pembelajaran Indonesia juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

 

Kemudian, jika dimungkinkan, kegiatan di luar pembelajaran harus dilakukan di luar kelas, contohnya makan.

 

Pintu kelas pun harus dibiarkan terbuka sehingga tidak diperlukan kontak memegang gagang pintu. Karena dikhawatirkan akan menjadi media penyebaran virus.

 

“Membuka jendela, melakukan disinfeksi peralatan sekolah secara berkala 2 kali sehari, sekolah juga mampu melakukan tes diagnostic pada orang dengan gejala dan kebijakan karantiina pada anak yang terpapar Covid,” ungkapnya.

 

“Ketika sekolah dibuka, apakah benar menjadi spreader, kalau berkaca pada negara lain, harusnya tidak asal sekolahnya siap, yaitu memakai masker, jaga jarak, melakukan tes, disinfeksi berkala, yang jadi hambatan juga koordinasi sekolah dengan petugas kesehatan,” terangnya.

 

Praktisi kesehatan ini pun setuju bila PTM dilaksanakan. Namun, semua perlu disiapkan agar pembelajaran aman.

 

“Saya sangat setuju untuk sekolah tatap muka, tinggal kapan waktunya siap, harusnya semester depan sudah siap, tapi kalau Juli ini saya cukup ragu karena ini aja udah April, apakah dengan Vaksin pendidik aja udah siap,” tegas Arnold.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar