DPRD Jateng: Kota Layak Anak Harus Diimbangi Fasilitas Ramah Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Ketua Pansus Raperda Perlindungan Anak DPRD Jateng Tazkiyatul Muthmainah mengungkapkan, predikat Kota Layak Anak (KLA) agar tidak hanya menjadi slogan semata. Namun harus mengimbangi dan mengembangkan fasilitas anak sekaligus usaha perlindungan anak dari tindakan kekerasan.

 

Kota Surakarta, kata dia, benar-benar bisa mewujudkan KLA. Kota itu dinilai sebagai kota impian anak karena memiliki fasilitas yang dibutuhkan anak.

 

“Dalam hal ini. kami ingin menambah beberapa pasal dalam Raperda Perlindungan Anak, yang sebelumnya tercantum dalam Perda Jateng Nomor 7/2013,” kata Tazkiyatul.

 

Dia juga memaparkan, masih banyak dari kabupaten/kota yang mencanangkan slogan KLA ternyata belum memenuhi kebutuhan bagi anak-anak. Ditambah, persoalan perkawinan anak yang masih terjadi di Jateng.

 

Tercatat, sampai akhir 2020 ada lebih dari 11.000 kasus perkawinan anak di wilayah Jateng. Dari angka itu, kasus tertinggi ada di Kabupaten Cilacap, sedangkan angka terendah di Kota Surakarta.

 

“Untuk itu, perlu banyak effort meminimalisir kasus perkawinan anak-anak. Perlu keterlibatan masyarakat, termasuk peran media mengedukasi masyarakat,” tegasnya.

 

Kabid Perlindungan Anak DP3APM Kota Surakarta Reni Andri Lestari mengaku program KLA di Surakarta didukung dengan infrastruktur ramah anak yang selama ini sudah berjalan.

 

“Kota Surakarta ini sudah 3 kali berturut-turut mendapat penghargaan KLA,” kata Reni.

 

Andriani Soeharto selaku Kasi P3A dan PM Kota Surakarta mengatakan pihaknya menggandeng masyarakat melalui pembentukan forum anak di 54 kelurahan sebagai upaya pemenuhan hak anak.

 

“Diharapkan, kabupaten/kota bisa menciptakan KLA yang lebih terencana dan menyeluruh. Termasuk, pentingnya komitmen dari kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota untuk mendukung KLA,” jelas dia.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar