Imunisasi Terganggu, 228 Juta Anak Terancam Penyakit Berbahaya


KomnasAnak.com, NASIONAL-
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan 228 juta anak berisiko terkene penyakit serius akibat terganggunya imunisasi massal saat pandemi.

 

 Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), aliansi vaksin Gavi, dan WHO mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Senin (26/4) yang memperingatkan bahwa pandemi telah membawa dampak buruk pada situasi yang sudah buruk. Lantaran bahkan sebelum pandemi, 20 juta anak telah kehilangan vaksinasi yang sangat vital.

 

“Bahkan sebelum pandemi, terdapat tanda-tanda yang mengkhawatirkan bahwa kita mulai kehilangan kekuatan dalam memerangi penyakit anak yang dapat dicegah, dengan 20 juta anak telah kehilangan vaksinasi kritis,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore.

 

WHO menemukan bahwa setidaknya 50 negara dari 135 negara yang di survei telah menangguhkan kampanye imunisasi besar yang mencakup sekitar 228 juta orang. Kebanyakan adalah anak muda di Afrika.

 

Penundaan tersebut telah berdampak dengan adanya wabah campak di Republik Demokratik Kongo, Pakistan, dan Yaman. Penyakit mengancam jiwa lainnya yang jadi perhatian karena terhentinya imunisasi adalah difteri, polio, dan deman kuning.

 

Momen vaksinasi COVID-19 dapat juga menjadi momen untuk menggalakkan kembali imunisasi dan vaksinasi terhadap anak-anak.

 

“Pandemi telah memperburuk situasi, menyebabkan jutaan lebih anak anak tidak diimunisasi. Sekarang vaksin ada di garis depan pikiran setiap orang, kita harus mempertahankan energi ini untuk membantu setiap anak mengejar vaksin campak, polio, dan lainnya. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan. Kalah di lapangan berarti kehilangan nyawa,” kata Henrietta.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar