Komnas PA: Penelantaran Anak oleh Profesor M Melanggar Perlindungan Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mendukung langkah Era Setyowati, Miss Landscape Indonesia 2019 yang membuat aduan dugaan penelantaran anak.

 

Perempuan yang akrab disapa Sierra ini membuat aduan dugaan penelantaran anak oleh M, yang diketahui merupakan professor dan guru besar satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Selain itu, M juga merupakan komisaris satu BUMN di tanah air.

 

Mengenai kasus ini, Arist mengatakan, setiap anak tidak boleh ditelantarkan dan seharusnya mendapat pengakuan terlepas pernikahan ayah ibunya sah atau siri.

 

“Kekerasan, penganiayaan, diskriminasi, serta penelantaran. Kedudukan seorang anak yang dilahirkan dalam status perkawinan agama (siri) dan atau adat adalah sah dan mempunyai hak keperdataan,” ujar Arist kepada Tribunjabar.id, via pesan singkat, Kamis (8/4).

 

“Dengan demikian anak mempunyai hak yang sama dengan anak perkawinan negara, sehingga anak mempunyai akta lahir sebagai pengakuan negara termasuk hak mendapat warisan, mendapat ha katas pendidikan, perlindungan, ha katas kesehatan, dan makanan,” jelas Arist.

 

Selain melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist menuturkan, kasus tersebut lebih tepat dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

“Dengan tuduhan penelantaran anak. Dalam kasus ini sesuai dengan UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Profesor M dapat diancam dengan hukuman pidana lima tahun. Tidak ada kompromi terhadap penelantaran anak. Tindakan Profesor M adalah perbuatan tidak terpuji dan merupakan kejahatan atas martabat kemanusiaan apa lagi dilakukan seorang pendidik dan guru besar,” ucapnya.

 

“Komnas Perlindungan Anak dipastikan demi kepentingan terbaik anak akan mendukung langkah-langkah hukum ibu Era Setyowati,” ucapnya.

(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar