Orang Tua Ujung Tombak Pendampingan dan Pembelajaran Anak Autis


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan selama pandemi menjadi tantangan pembelajaran bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).

 

Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Andriana Soekandar Ginanjar mengungkapkan bahwa orang tua harus menjadi ujung tombak pendampingan dan pembelajaran anaknya yang autisme di rumah.

 

“Memang (adanya pandemi) membuat ini (pembelajaran) sangat terkendala, sehingga memang, ujung tombaknya adalah peran orang tua di rumah,” kata Adriana pada Antara, Senin (19/4).

 

Dengan orangtua jadi pendamping utama, Adriana menyarankan agar terus berkomunikasi dengan guru atau terapis bila merasa kebingungan. Terutama untuk mendampingi anak kecil dengan autisme.

 

“Kalau untuk anak yang masih kecil, orang tua bisa diskusi dengan guru lewat online, jadi nanti diobservasi sama terapisnya, terus nanti diberi tahu kalau misalnya ada (penanganan) yang kurang tepat, dan lainnya. Sekarang, alat peraga juga bisa diberikan, rekomendasi dari guru,” papar wanita yang terlibat di Yayasan Autisma Indonesia tersebut.

 

“Sekarang untuk sebagian anak yang sudah besar bisa melakukan PJJ empat kali seminggu. Tapi memang yang dilakukan sangat terbatas. Lebih banyak aktivitas prakarya dan memasak. Kalau untuk akademik, banyak dilakukannya individual seminggu sekali karena mereka kesulitan,” imbuhnya.

 

Selain memberi perhatian penuh pada anak, Adriana juga menyarankan agar orang tua untuk memperhatikan diri sendiri. Ibu maupun ayah juga harus mampu bekerja sama satu sama lain agar tidak kelelahan.

 

“Lebih baik orang tua berbagi, ada yang menjadimanajer yang tugasnya mengkordinir terapinya, sekolahnya, dan penanganan di rumah. Jadi, artinya jangan menjadi manager sekaligus pelaksana (bekerja) karena pasti akan sangat capai. Seluruh anggota keluarga dilibatkan. Ada kakak yang bisa terapi adiknya di rumah, ayahnya di weekend bergantian dengan ibu untuk menjaga, sehingga ada hari me time untuk ibu,” jelasnya.

 

“Selanjutnya, penting bagi orang tua untuk tidak berhenti belajar. Spektrumnya dimana kita harus tahu, jadi, terapinya seperti apa, sekolahnya, dan lainnya. Jadi, orang tua bisa mengerti. Effort belajar, dan tanya ke orang tua lain penting,” pungkasnya.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar