Pemerintah dan Industri Dukung Program Pencegahan Pembelian Rokok oleh Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Komisi IX DPR mendukung program industri dan perusahaan mencegah pembelian rokok oleh anak. Komisi Kesehatan menilai upaya sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara konsisten dan sistematis.

 

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan bahwa peraturan yang ada telah melarang pedagang menjual rokok kepada anak. Karena itu, peraturan tersebut harus diimbangi upaya pencegahan pembelian rokok oleh anak.

 

“Tentu upayanya tidak bisa dilihat dalam satu dua waktu saja. Harus konsisten dan dilakukan dengan sebuah upaya yang sistematis,” kata Melki dalam pers rilis, Sabtu (24/4).

 

Dia mengaku rakyat memiliki beragam alasan terkait konsumsi rokok.  Karenanya dibutuhkan observasi lebih jauh dan pendekatan berbeda saat pemerintah dan pemangku kepentingan akan melakukan sosialisasi dan edukasi.

 

Di pihak lain, industri rokok telah memiliki berbagai program pencegahan pembelian rokok oleh anak. Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) telah menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mencegah pembelian rokok oleh anak di bawah umur.

 

“Pembatasan visual produk rokok sudah banyak dilakukan di ritel-ritel modern. Misalnya dengan penyediaan rak khusus di belakang kasir atau di tempat yang tidak bisa dijangkau langsung oleh pembeli. Ini salah satu kuncian agar petugas di toko bisa selektif dan mengetahui usia pembeli,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aprindo, Roy N. Mandey.

 

Di supermarket, peletakan produk rokok berada satu klister dengan minuman beralkohol. Pembayaran pun menggunakan kasir terpisah.

 

Meski begitu, kata Roy, pelaku usaha yang tergabung dalam Aprindo adalah peritel modern.

 

Sehingga bagi pedagang kecil di sekitar rumah masih memerlukan imbauan khusus agar penurunan perokok anak bisa lebih massif.

 

Melki menambahkan, sosialisasi bahaya rokok perlu dilakukan dengan benar. Proses sosialisasi juga harus dilakukan parallel dan konsisten dengan pengawasan di lapangan dan penegakan aturan.

 

“Harapannya edukasi yang berjalan parallel dengan pengawasan dan penegakan aturan akan membuat anak-anak tidak menjadi seorang perokok di usianya,” pungkas Melki. 

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar