Bukan Agama, Ini 3 Penyebab Utama Perkawinan Anak



KomnasAnak.com, NASIONAL - Peneliti Koalisi Perempuan Indonesia, Dian Kartikasari mengungkapkan agama bukanlah pendorong terbesar penyebab perkawinan anak. Fakta ini diungkap melalui survei selama hampir 1 tahun dimulai dari datangnya pandemi sampai April 2021.


“Faktor agama itu cuma 1 persen, atau tepatnya 1,4 persen. Bahwa orang mengawinkan anaknya dengan alasan agama ternyata faktornya kecil sekali,” ujar Dian dalam acara Plan Indonesia, Selasa (14/5).


Survei dilakukan di 7 kabupaten dengan angka perkawinan anak tertinggi di Indonesia, yaitu Sukabumi, Rembang, Lombok Barat, Lembata, Palu, Sigi, dan Donggala.


Hasilnya, factor sosial masyarakat jadi penyebab terbesar perkawinan anak, yaitu 28 persen.


“Karena tradisi desakan dari lingkungan supaya kawin di usia anak. kemudian ada labeling kalau tidak laku dan perawan tua, itu yang mendorong perkawinan anak, termasuk cara komunitas melakukan tekanan,” ungkap Dian.


Factor kedua adalah kesehatan yang mencapai 17 persen. Kata Dian, sangat sedikit remaja yang sadar pentingnya kesehatan alat reproduksi yang dimilikinya.


Walhasil, saat terlibat pergaulan bebas dan melakukan seks di luar nikah, terjadilah kehamilan yang tidak diinginkan. Factor ini yang akhirnya membuat anak perempuan harus dinikahkan.


Faktor terbesar ketiga adalah keluarga dengan presentase mencapai 15 persen. Pola asuh tidak tepat membuat anak akhirnya terjerumus dan harus melakoni pernikahan di bawah umur.


“Ada diantaranya anak-anak ditinggsl orangtua pergi ke luar negeri menjadi buruh migran, dan dititipkan. Yatim kemudian berpindah keluarga sat uke keluarga lain. Ada korban perceraian, yang akhirnya membuat mereka perlu keluar dari rumah melalui lembaga perkawinan,” pungkas Dian.


Posting Komentar

0 Komentar