Kemen PPPA Tanggapi Dikeluarkannya Siswi SMA di Bengkulu Sebut Harus Pertahankan Hak Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Dikeluarkannya siswi SMA di Bengkulu Tengah akibat kasus ujaran kebencian ditanggapi oleh Kementerian Pemberdaayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

 

Kemen PPPA menegaskan bahwa tindakan mengeluarkan siswi tersebut adalah bentuk perlakuan salah kepada anak karena sama saja dengan merampas hak anak untuk mendapat pendidikan yang layak.

 

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar menngungkapkan bahwa pendidikan adalah hak dasar anak. Bila anak melakukan kesalahan, sudah seharusnya tugas sekolah membinanya.

 

“Hak anak atas pendidikan merupakan hak dasar dan kesalahan yang diperbuat anak, tidak boleh sedikitpun mengurangi haknya. Mengeluarkan anak dari sekolah adalah salah satu bentuk pelepasan tanggung jawab sekolah atas kesalahan anak. Seharusnya jika anak melakukan kesalahan, maka tugas sekolah dan orang tua membinanya secara lebih intensif, bukan malah melepaskan tanggung jawab,” ujar Nahar di Jakarta (20/05).

 

Kondisi korban anak tersebut sekarang mengalami perundungan dari lingkungan hingga tidak berani keluar rumah.

 

“Kami terus memantau kondisi anak korban ini, kondisi terakhir yang kami dapatkan, anak yang bersangkutan mendapatkan stigma dan perundungan (bullying) dari lingkungan sekitarnya, sehingga tidakberani keluar rumah,” kata Nahar.

 

Oleh karena itu, Kemen PPPA telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu untuk meninjau dan mendampingi anak yang bersangkutan.

Posting Komentar

0 Komentar