Komnas PA Desak Polisi Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi Tersangka Pencabulan Anak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Komnas Perlindungan Anak (PA) mendesak kepolisian segera menangkap anak anggota DPRD Kota Bekasi berinisial AT (21) yang kini berstatus tersangka kasus pencabulan anak remaja.

 

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait meminta polisi bekerja cepat agar publik tidak resah.

 

“Supaya kasus ini tidak menimbulkan keresahan dan spekulasi di tengah-tengah masyarakat, khususnya keluarga korban, sesuai dengan koordinasi dengan Wakapolres dan Kasat Reskrimum Polres Kota Bekasi dengan Komnas Perlindungan Anak sebulan yang lallu, Komnas Perlindungan Anak meminta segera menjemput paksa AT untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” kata Arist kepada wartawan, Rabu (19/5).

 

Polisi diminta tidak ragu menindak AT sekalipun dia adalah anak anggota DPRD. Arist mengingatkan polisi harus bekerja tanpa pandang bulu dan tanpa intervensi.

 

Komnas PA juga meminta anggota DPRD orang tua AT untuk turut membantu menyerahkan tersangka ke polisi. Hal ini penting untuk memberikan kepastian hukum dan tegaknya keadilan.

 

“Komnas Perlindungan Anak meminta orang tua terduga pelaku ikut membantu menyerahkan terduga pelaku kepada polisi. Jangan jusrtu membiarkan kasus ini berlarut dan bahkan ikut serta mendorong terjadinya pelanggaran hak anak,” kata Arist.

 

Lambannya pengungkapan kasus kejahatan seksual ini, menurut Arist, telah menimbulkan spekulasi adanya intervensi sehingga sulit ditangkap. Meski begitu, Arist tetap percaya polisi dapat mengungkap kasus yang menyeret anak anggota DPRD Kota Bekasi ini.

 

“Meski demikian, Komnas Perlindungan Anak tetap yakin dan percaya Kasat Reskrimum Polres Kota Bekasi mampu mengungkap kasus kejahatan seksual dan perdagangan anak untuk tujuan seksual komersial ini secara professional,” ujar Arist.

 

Saat ini, AT tersangka pencabulan masuk dalam DPO setelah dikabarkan melarikan diri.

 

“Tersangka saat ini DPO,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi kepada wartawan di kantornya, Rabu (19/5).

 

Aloysius mengaku saat ini Satreskrim Polres Bekasi Kota tengah mengejar AT. Dia berharap jajarannya mampu segera meringkus tersangka.

 

“Masih dicari. Sedang diupayakan untuk mengejar pelaku ini. mudah-mudahan segera didapatkan,” ucapnya.

 

Sementara itu, D (42), orang tua anak remaja korban pencabulan AT, mengaku mendapat intimidasi. Tindakan tersebut dialami setelah kasus ini mencuat ke publik.

 

“Saya sebagai korban, kalau intimidasi, ancaman-ancaman,” ujar D saat ditemui di Polres Metro Bekasi, Rabu (19/5).

 

D menuturkan, tindakan intimidasi terakhir kali dia alami pada (17/4) lalu. Saat itu, ada sosok orang tak dikenal yang mengetuk pintu rumahnya.

 

“Terakhir kurang-lebih sekitar tenggal 17 (April) itu saya menghadirkan saksi dan memang di tengah malam pun ada motor datang ketuk-ketuk pintu sehabis saya membawa saksi ke Polresta Kota Bekasi,” ucapnya.

Posting Komentar

0 Komentar