Kasus Covid-19 Anak Tinggi, Menteri PPPA Anjurkan Gerakan Berjarak


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meminta agar semua pihak serius memperhatikan protokol kesehatan ketat dan tetap di rumah selama pandemi. Menyusul tingginya angka penularan Covid-19 pada anak Indonesia.

 

“Saya harap semua pihak, terutama orangtua, dapat memberikan perhatian serius kepada anak dengan tetap di rumah,” ungkap Bintang dalam Webinar Pencegahan Pekerja Anak, Rabu (23/6/2021).

 

Dia mengatakan, semua orangtua harus mengajak anak melakukan kegiatan positif di rumah. Selain itu, dia meminta agar program Gerakan Berjarak kembali digalakkan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam keluarga.

 

Gerakan berjarak terdiri dari 10 aksi, yaitu memerhatikan pemenuhan hak anak, memastikan semua keluarga tetap di rumah, adanya alat perlindungan diri, menjaga kebersihan, adanya tanda peringatan,  menjaga jarak, mengawasi keluar masuk orang dan barang, menyebar informasi yang benar, aktivasi media komunikasi lain, dan aktivasi rumah rujukan.


“Dalam situasi pandemi ini, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat, apalagi beberapa hari belakangan ditemukan tingginya angka penularan Covid-19 pada anak,” ucap dia.

 

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan, kasus Covid-19 pada anak Indonesia mencapai 11-12 persen.

 

Ini membuat kasus Covid-19 pada anak di Indonesia yang tertinggi di dunia.

 

Selain itu, jumlah kematian anak balita selama pandemi meningkat hampir 50 persen. Setidaknya ada 1000 kematian anak di Indonesia setiap minggunya.

 

Padahal di awal pandemi banyak ahli termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF telah mengatakan bahwa kasus Covid-19 pada anak jarang terjadi.

 

Hal ini justru menunjukkan hasil kebalikannya. Aman mengatakan, data dari IDAI menyatakan banyak kasus Covid-19 pada anak, khususnya di Indonesia.

 

Setiap masyarakat memiliki kewajiban untuk memastikan terpenuhinya hak sehat anak-anak. Oleh karenanya diperlukan upaya sinergi antara keluarga dan pemerintah.

(editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar