Kemen PPPA Catat 64.000 Pengajuan Dispensasi Nikah dan Peningkatan Kekerasan Selama Pandemi


KomnasAnak.com, NASIONAL -
Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA) mencatat sebanyak 64.000 anak mengajukan dispensasi nikah selama masa pandemi.

 

Asisten Perlindungan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kemen PPPA, Rofika mengatakan, sebenarnya usia menikah sudah dinaikkan dari usia minimal 16 tahun menjadi 19 tahun.

 

Namun, selama pandemi dispensasi nikah terus terjadi lantaran kondisi daring sehingga pengawasan dan pola asuh anak jadi buruk.

 

“Catatan kita sudah ada sekitar 64 ribu anak di bawah umur mengajukan dispensasi menikah. Persoalannya kompleks karena pola asuh anak hingga ekonomi,” kata Rofika setelah melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/6/2021).

 

Rofika mengatakan, tak hanya dispensasi nikah yang meningkat di masa pandemi. Kekerasan rumah tangga pada perempuan dan anak turut meningkat.

 

Untuk mengantisipasinya, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dan Pidana Perdagangan Orang Kemen PPP, Rafael Lakitan mengatakan pihaknya telah mendirikan rumah perlindungan bagi perempuan dan anak terutama di sektor pekerja.

 

“Sumsel menjadi pilot project untuk sektor perkebunan yang memiliki rumah perlindungan perempuan dan anak. Rumah ini nanti menjadi tempat menampung dan lokasi aduan bagi perempuan ataupun anak yang mengalami kekerasan atau tersandung kasus,” jelasnya.

 

Pilot project rumah perlindungan perempuan dan anak sendiri berada di lokasi perkebunan Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Adanya lokasi tersebut diharapkan bisa menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar