Kemen PPPA Tekankan Pentingnya Pencatatan Data Kekerasan Anak

 


KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan data kekerasan melalui Sistem Informasi Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).


Berdasarkan data Simfoni PPA, sejak 1 Januari - 9 Juni 2021 telah tercatat 3.314 kasus kekerasan anak. Dari jumlah tersebut, jumlah korban mencapai 3.683 anak.

Kepala Biro Data dan Informasi Kemen PPA Lies Rosdianty menjelaskan, data valid bermanfaat mengindetifikasi masalah dan menentukan opsi terbaik dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Data juga bermanfaat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Lies seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud Ristek, Kamis (24/6/2021).

Dia menambahkan, data valid dan terintegrasi juga bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhadap intervensi dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah dilakukan.

Saat ini telah dilakukan pencatatan data kekerasan baik korban atau pelaku kekerasan pada unit-unit layanan.

Namun mekanisme dan format pencatatan data kekerasan masih bervariasi sesuai kebutuhan unit layanan.

Selain itu, saat ini belum dilakukan standarisasi pencatatan. Sehingga data yang dihasilkan sangat beragam.

"Kami mulai membangun aplikasi Simfoni PPA pada 2016 sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kekerasan," ungkap Lies.

Dia menambahkan, tidak mudah mendapat data kekerasan terhadap anak. Dia juga menilai selama ini kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan seperti gunung es.

Ada kemungkinan banyak kasus belum terdata yang tidak terungkap. Lantaran masih tersebar dan belum terstandarisasi. "Perlu integrasi data," tutur Lies.

Lies mengaku, tantangan yang dihadapi juga beragam. Diantaranya masyarakat yang menunda pelaporan, pencatatan kasus oleh operator tertunda (tidak langsung mencatatkan dalam aplikasi ketika terjadi kasus), dan kurangnya kompetensi pengelola aplikasi Simfoni PPA baik kualitas maupun kuantitas.

Selain itu, mekanisme verifikasi dan validasi data perlu standar baku, manajemen layanan terpadu, serta koordinasi unit layanan lintas K/L.
(Editor: DM)

Posting Komentar

0 Komentar