Korban SPI Dapat Tekanan, Komnas PA Lapor ke LPSK


KomnasAnak.com, NASIONAL -
 Korban dan keluarga korban kasus kekerasan seksual di SMA SPI, Kota Batu mengaku mendapatkan tekanan.


Hal tersebut diungkap Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait saat mendatangi Polda Jatim, Jumat (18/6/2021).

Atas itu Komnas PA membuat laporan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar korban beserta keluarganya mendapat perlindungan.

"Keluarga korban mendapat tekanan karena kasus ini mencuat, kami sudah mengajukan perlindungan ke LPSK," kata Arist.

Dia mengatakan, kedatangannya ke Mapolda Jatim untuk menanyakan perkembangan perkara terduga pelaku, JE, pendiri SMA SPI.

"Perkembangan yang saya terima, penyidik sudah melayangkan surat panggilan pada terlapor (JE). Pekan depan akan dipanggil untuk diperiksa," ujarnya.

Arist turut melaporkan tempat kejadian perkara (TKP) baru yang berhubungan dengan peristiwa di sekolah, luar sekolah, dan luar negeri.

Dia menambahkan, kejahatan ini tidak hanya dilakukan satu orang saja. Bukti dari Komnas PA, ada empat nama terduga pelaku lain.

"Pelaku yang baru ini korban telah meminta perlindungan dan minta tolong tapi pelaku tidak berbuat apa-apa. Makanya kita serahkan saksi yang mengetahui bukan saksi yang mendengar," ujarnya.

Kasus ini, lanjut Arist, merupakan kasus Extra Ordinary Crime (kejahatan luar biasa) sehingga harus dikerjakan dengan kehati-hatian.
(Editor: Melina)

Posting Komentar

0 Komentar